Tampilkan postingan dengan label My life in advance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My life in advance. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Mei 2014

Preganancy, huge changing experince in me

Jogja – People might say its just a phase of life or maybe its “preganancy brain” or drawning into cliches. Whatever… I am me…

Banyak pengalaman menarik selama kehamilan ini. Pada trimester pertama dan kedua justru aku merasa biasa saja. Acapkali aku lupa kalau aku sedang mengandung seorang bayi. Di kepalaku, dia akan menuruti semua kemauanku, hehehe dan aku salah!

 1.  Keusilan ku diminggu ke 14.
Aku masih belum percaya ada calon manusia kecil dalam tubuhku. Saat itu aku belum melirik USG.  Aku pikir nanti-nanti sajalah. Malam itu, jam 8 malam. I have nothing to do, to be honest was bored.  Buka netbook udah bosen, baca buku? Lebih males lagi. Lalu aku melihat perutku, baru tersadar kalau aku hamil. Ah, what the hell.

Aku memutuskan untuk tengkurap di kasur. Aku pikir saat itu, “mari menggoda!” Awalnya biasa, lalu ada yang aneh di detik ke 5, aku merasa ada ketukan kecil dalam perutku, tapi aku belum yakin. Aku kembali berbaring, lalu aku ulangi lagi kali ini dia menendang 2 kali. Entah apa dikepalaku, aku berbaring dan bilang “ segitu aja to dek? “ lalu aku tengkurap lagi. Kali ini balasannya lebih keras, Tidak hanya menendang, tapi di bergerak seperti whipper kaca mobil di perutku dan aku teriak sekencang mungkin, setelah itu meminta maaf karena sudah mengganggu kenyamanan dia.

Memang ada calon manusia di dalam perutku…

2.   Kehidupan Sosialku
Setelah seharian bekerja ( di rumah dan kantor) aku memutuskan pulang. Lalu ada BBM masuk yang bilang ada party di kantor yang kebetulan aku lupa. Maksud hati bergegas pergi apa daya, badan lemas seketika, perasaan malas ku menggelayuti, belom lagi ditambah langit Jogja yang tiba-tiba mendung dan gerimis seakan menentangku untuk berangkat. Tapi bukan aku namanya kalau harus diam dan pasrah. Aku bergegas mengambil kunci motor diatas kulkas, lalu ada hal aneh yang terjadi. Perutku merasakan tendangan keras dalam setiap langkah yang aku ambil. Baru aku sadar, janin ini memang punya pikiran sendiri.

Bukan cuma acara kantor, beberapa event keluarga juga harus terlewat karena dia enggan. Kenapa aku bilang dia? Karena sebenarnya badan dan kepalaku ingin pergi, tapi dia seakan melarangnya. Ya sudahlah, anak ini memang mandiri.

3. USG pertama
Kalau rata-rata ibu hamil ingin segera melihat janinnya di usia dini, tidak dengan aku. Aku baru melakukan USG di bulan ke 6. Kenapa? Karena aku tahu gelombang yang digunakan adalah gelombang radio. Walaupun kekuatannya kecil dan cenderung aman, tapi aku juga berpikiran janinku juga masih sangat kecil. Sebagai orang radio, aku tahu rasanya sakit kepala kalau terlalu lama di ruang pemancar. Banyak yang membujuk aman, tapi aku tidak perduli. Aku tetap dengan pendapatku sendiri. Suami? Ah, dia mengikuti kemauanku

Lalu apa alasan aku memutuskan untuk USG di bulan ke 6? Semua karena pemeriksaan rutin bulan itu.  Saat pemeriksaan  fisik, perlu 3 orang bidan untuk mencari denyut jantungnya. Bidan pertama wajahnya sampai pucat karena tidak bisa menemukannya. Pikiran buruk sudah mengggelayutiku. Bidan kedua bahkan perlu waktu 5 menit lebih dan akhirnya menyerah. Akhirnya bidan ketiga,  dia perlu 10 menit untuk mencari. Wajahnya tenang, namun raut penasaran nampak jelas. Akhirnya dia menemukannya, menarik apa yang dia bilang. “Anaknya aktif sekali ya Bu.  Kami sulit mencari denyutnya bukan karena lemah, tapi karena dia bergerak terus”  Hadeeehhhh

Lalu ada bidan yang menawarkan USG, setelah kejadian itu tentu aku memutuskan untuk melakukannya. Alhamdulilah hasilnya bagus. Suami yang ikut masuk hanya tersenyum geli. Kata dia, anak ini memang di dalam rahimku bergerak terus. Kami ingin melihat jenis kelaminnya saja tidak bisa. Sungguh anak pintar J

Sebenarnya banyak hal menarik dalam kehamilan pertama ini. Aku belajar kalau bisa saja dia lebih usil dari aku, kalau memang itu benar adanya maka memang ini rejeki kami. Dia akan menjad anak yang ekstra ordinary, menarik dan ekspresif . Namun yang lebih penting diatas semuanya adalah.. dia sehat. Amin



Selasa, 16 April 2013

Keluarga baru melekat padaku..

Jogja - Kurang lebih sudah empat bulan aku menjadi istri, banyak hal menarik yang ingin aku bagi. Namun kali ini tentang menjadi anggota keluarga baru saja. Aku sama sekali tidak pernah menyangka sedekat ini dengan keluarga suamiku. Alhamdulilah perjuangan kami berbuah manis.

Abang adalah suami yang luar biasa baik, dia memberikan aku ruang seluas-luasnya untuk berinteraksi dengan keluarganya. Bahkan aku bisa bicara hati ke hati dengan Mbah Putri. Ya... Hebat ya? Suamiku, di usianya yang saat ini 39 tahun masih diberkahi seorang nenek.

Adik-adik sepupunya pun adalah orang yang luar biasa pandai. Terlihat dari cara mereka berbicara, berpikir dan bertindak. Aku ingin kelak anakku memiliki kualitas yang sama baik dengan om dan tantenya. Mereka ada buatku bahkan ketika aku merasa aku kuat dan tak mampu.

Akhirnya aku bisa dapat pernikahan yang aku mau. Dimana aku menikah bukan hanya dengan laki-laki pujaan hatiku, tapi juga dengan keluarganya yang luar biasa.


Kamis, 17 Januari 2013

MC Sharing Session #Akber #Samarinda

ME & Akberian ( panggilan member Akber )
Jogja - Beberapa bulan yang lalu saya pernah mengisi kelas Akademi Berbagi Samarinda. Saya baru ingat kalau saya belum menampilkan slide hasil begadang saya semalaman hehehhe. Saya sendiri masih belum percaya sampai sekarnag kok bisa bisanya diundang untuk ngisi kelas di AKBER. Bukan karena apa, tapi jam terbang MC saya juga ga banyak. Saya ini orang belakang layar yang kebetulan ngemc beberapa kali di event. Walau begitu saya bersyukur bisa bertemu para akberian dan belajar banyak dari mereka. Saya percaya walau saat itu saya yang mengisi kelas, mereka datang karena ingin belajar tentang MC (dari prespektif saya) sebenarnya saya yang belajar dari mereka. Semangat belajar yang luar biasa.

Kelas ini saya beri nama " MC Sharing Session ". Kenapa judulnya begitu? Karena saya ingin berbagi, bukan mengajari. MC bukan mengajari, karena itu masalah selera dan personality seseorang.Di kepala saya, kedepan, seorang MC sebaiknya segmented.  Untuk memberi kesempatan berkembang generasi berikutnya dan si mc itu sendiri... Buat yang berbeda pendapat, ya monggo.

Baiklah, mari kita mulai slide demi slide yang saya buat.


 


IDOLA









Seperti saya bilang, ini berbagi versi saya, berbeda? wajar :)

Semoga bermanfaat :) 

Rabu, 09 Januari 2013

Menikah Itu.... Rock n Roll :)

Jogja - Lha pasti bingung, kemarin Samarinda, Bontang dan sekarang kok Jogja? Yeeaah begitulah hidup :)
Mari di review, kami menikah di 8 Desember 2012, ke Jakarta untuk ketemu keluarga di 10 Desember dan tepat di 18 Desember kami pindahan ke Jogja.  Gitu aja kali ya ceritanya.

Saat pasangan lain punya honeymoon, kami justru berbeda... di  TRUK! xixixiix

Saat memutuskan untuk berangkat ke Jogja, kami justru kesulitan keuangan.!Memindahkan barang-barang ternyata ga semudah yang kami pikir. Biayanya ternyata bengkak dari yang seharusnya. Alhasil ilmu kepepet itu memang benar adanya. Kami berdua ke pasar induk! Yup. Kami cari truk yang platnya AB buat bawa barang-barang. sambil selektif tanya-tanya juga. Maksud hati biar kalem dikit, ternyata suami sama gokilnya.

Begitu masuk pasar induk kami muter di parkiran nyari truk idaman kami. ternyata ga ada. :( Bukan kami berdua kalo putus asa, langsung ke pasar. eh nemu plat AA ( temanggung) langsung deh tanya, " Pak,  balik kosongan ga? "

Ternyata memang jodoh, kami dicarikan kawannya yang memang mau pulang ke Jogja. Sebelumnya kami mengajukan syarat yaitu truknya bukan abis ngangkut buah- buahan yang lembek seperti tomat, atau justru truk yang bekas ngankut binatang. Kami pasang syarat itu bukan hanya karena kami ingin barang-barang jauh dari bau, tapi karena kami juga mau tidur disitu. Ya!

Ini truk yang membawa kami


Sudah jadi kesepakatan memang, bahwa apapun yang terjadi kami harus barengan. Bahkan jika harus tidur di belakang truk sekalipun. Kami bawa karpet, selimut, bantal dan juga logistik ( seperti kata sahabat saya. ga ada logika kl ga ada logistik ^-^  ). Ibu pertama denger soal rencana pindahan seneng banget, tapi waktu tau saya bakal ikut naik truk, ibu langsung saranin untuk naik kereta.  Pertamasih iya-iya aja. tapi begitu kami  naik truk, masuk cirebon baru telpon ibu. Ibu cuma heran betapa nekatnya anak perempuannya. Tapi karena  sama abang jadi ibu tenang. Abang juga sudah jelaskan kalau abang minta saya pakai kendaraan saja. Tapi saya yang memaksa.


Perjalanan kami termpuh benar-benar luar biasa. tidur di belakang truk benar-benar membuka mata. Bahwa kehidupan itu luar biasa, dan bahagia itu sederhana. Saya bahagia bisa memulai hidup baru dengan cara yang kami jalani. Kami mungkin tidak sempurna di mata orang, tapi buat saya.. kehidupan kami luar biasa.  Ini buktinya :)







Rabu, 02 Januari 2013

Wedding day 08122012 #The Day






Bontang – Hari pernikahan jadi masa paling penting dari semua persiapan sebelumnya, bride sama groom malah ga panik karena udah saling percaya dan yakin. Everything under control…It’s gonna be fine. Rasanya hari penting tanpa panic attack berasa kurang aja… hehehehe. Bukan ibu lo ya yang panik, Ibu justru fokus di dapur karena ibu tau kalanu semua orang sudah ada jobdesknya masing-masing. Bangga deh sama nyokap akan kepercayaannya yang luar biasa. Bayangkan saja, dari ngurus surat nikah ibu sama sekali ga campur angan. Kata ibu, itu harus aku sendiri yang urus. Udah ah jadi ngelantur…

Ibu dan para tante jadi juru masak, sementara bride sama tim pelaksana ( thanks to feri & cumi ) ngurus rundown dan setting tempat. Asal tau aja, sampai H-1 kami punya konsep tapi belom berani eksekusi.

08 12 2012, 07.00 wita

Kami sudah diberondong agenda yang luar biasa. Mulai dari ambil kebaya pengantin ( maklum belom jadi ) dan ibu yang belum jadi, ngedrop feri dan cumi ke venue, ngejemput perias dari Samarinda, ngejemput Mba Sari ( saudara ), Beli kopiah buat abang, ambil kotak angpao dan baju kemeja abang. Oh iya ada satu lagi… Cuci mobil #jegggaarrr

08 12 2012, 10.00 wita.

Keberangkatan jadi ngaret karena ternyata baju baru bisa diambil jam 10.00 wita, mba sari dan furri (perias) baru sampai jam 12.00 wita. Agenda pertama kami ngedrop feri dan cumi ke venue bersama perkakas event. Kami bawa mas kawin, seperangkat alat solat souvenie dan banyak lainnya xixiixix.

Padahal kami harus siap di venue jam 16.00 wita. Hahahha serba mepet. Akhirnya kami berangkat, nyari kopiah abang, peniti dan karet rambut baru deh ke penjahit. Ternyata baju buat ibu udah jadi, tapi baju resepsi aku masih belom. Katanya bakal dianter ke venue aja, mau marah juga buat apa juga marah... Karena penjahitnya masih keluarga juga, tapi santai aja pikirku.. karena baju akad kan udah di tangan, jadi kalau resepsi ga ganti baju juga ga papa.

Perlu diketahui hal ini terjadi bukan karena saya, miss of preparation gagal melaksanakan pekerjaan, tapi karena human error yang terjadi pada para vendor.
Kami masih punya waktu sisa, kami putuskan untuk cuci mobil. Karena ga enak aja acara nikahan kok mobilnya kotor. Mobil khusus pengantin ga ada, karena manten laki-laki merangkap supir. Pernikahan paling ngawur deh, walau begitu kami tetap berdua terus. Biar apa kata orang, yang katanya pengantin harus anteng, ga bisa kami ikuti. Harus hajar terus dong.

08 12 2012, 12.30 wita

Kami otw ke hotel, mba Sari dan furri udah dijemput dan mereka siap diboyong ke hotel. Sementara di rumah kegiatan masak memasak masih berlanjut terus. Sampe hotel kami baru sadar kalau belom ada yang makan siang. Akhirnya aku sama abang ke rumah buat ambil makan siang. Padahal itu udah mepet banget waktunya. Sampe hotel kami semua makan dan langsung make up. Abang pilih tidur aja karena ngantuk berat.

08 12 2012 15.30 wita

Make up aku selesai, tinggal para ibu yang belum. Padahal acara sudah harus dimulai di jam 16.00 wita. Aku percaakan semua ke feri dan cumi yang sudah ada di venue. Aku kirim semua nomor saksi dan penghulu untuk di servis sementara kami menuju kesana.
Alhamdulilah lancar, walau ada beberapa yang pada bingung sendiri dan akhirnya rese banget jadinya. Langsung aku telpon dan bilang “ Semua urusan yang berhubungan dengan acara bisa kontak langsung ke FERI, dia managernya!”
Peranan FERI sangat penting diacara ini, dia yang atur setting tempat, eksekusi rundown dan urusan resto. Saking repotnya, dia ga sempet dandan maksimal :) Ini kegiatan FERI di belakang layar.

08 12 2012, 16.30 wita

Kami rombongan sampai di venue, langsung menuju ruang VIP dan melangsungkan akad nikah. Ga ada acara seremonial pantun-pantunan atau adat apapun itu. Begitu dateng, langsung masuk ruangan duduk dan akad. 



Bener - bener preman banget. Konsepnya jelas, aku mau serba praktis dan homey. Masuk rumah ga ada kali pake upacara aneh-aneh. Assalamualaikum sudah mewakili semua. Itu yang lebih penting.









08 12 2012, 19.30 wita

Saatnya makan-makan :) Terserah yang mau bilang resepsi, syukuran atau walimah... Semua maksudnya baik. Aku hanya mencairkan saja.. Makan malam bersama dalam rangka pernikahan kami berdua... enjoy the pictures 



no kursi.. lesahan only

Makan bersama ala akur :) 

para tamu

ki - ka : Mba sari, riska, Hengki, Rendi & Didin 
Beginilah pernikahan ala kami.... Terimakasih dukungan sahabat dan keluarga :)

Wedding day #The Journey Part 2


Sebelum sampai ke postingan tentang hari H, ada yang menarik dari pernikahan ini. Apa itu? Tunggu dulu hehehe.

Dalam pernikahan ini aku mengajak beberapa teman untuk ambil bagian. Konsep awalnya, aku ingin pernikahan yang kesannya homey banget. Mereka bsia santai dan makan bareng sambil ngerayain pernikahan kami. Jadi ga pake acara jaim-jaim gitu. Semua yang datang adalah keluarga! Bukan hanya keluarga yang terhubung dengan ikatan darah, tapi juga keluarga karena kami memang berinteraksi lama. Para tetangga dan kawan-kawan bisa datang sambil bernostalgia.

Aku membuat susunan luar kepala,

Ada Feri yang jadi Area Manager, Cumi sebagai Asistem Area Manager.
Mba Whana dengan kerjaan penting MC.
A’ Uchin yang ambil bagian jadi Dokumentasi.
Dian & Atila sebagai resepsionis J
Dan pastinya RENDY, adikku sebagai supporting Unit.

Sebisa mungkin kami tidak ingin merepotkan keluarga yang lain. Alhamdulilah ada jalan, Abang dapet pinjeman mobil dari temannya selama abang di Kalimantan Timur. Bantuan ini sangat bermanfaat, bayangkan saja, kalau ngerental mobil selama limari udh kena berapa tuh? Makasih mas BUSAP :) Sementara untuk di rumah ada bantuan dari Pak HAJI. Bantuannya  antar makanan dari rumah ke venue dan transport saudara- saudara. Sementara kakak dan adik-adikku semua pakai moor masing-masing. Ga ada yang istimewa kok. Serba gotong royong, Alhamdulilah bantuan mengalir terus seakan ga berhenti. Alhamdulilah….

Semuanya adalah teman dan saudara terdekat, jadi memang konsep awalnya gitu. Berasa homey banget deh. Yuukk ke kronologi yang juga penting…

Mempelai pria dan keluarga sampai di Bontang di Hari Kamis, 6 Desember jam 23.12 wita. Abang ke rumah sebelum ke hotel, ketemuan dulu sama keluarga dan chit chat sebentar. Dari wajahnya ada yang aneh, seakan ada yang berbeda. Tapi  aku pilih diam dan tutup mata saja. Yang penting pernikahan ini akan berjalan. Sampai akhirnya abang bilang ke Feri untuk ngobrol sama aku setelah dia ke hotel.
Dua jam kemudian Feri cerita dan bilang kalau cincin nikah ketinggalan di atas lemari.. di JAKARTA! Hatiu langsung campur aduk, marah luar biasa, nangis ga berenti. Aku telpon dia sambil marah-marah, dia diam dan bilang minta maaf. Aku berpikir keras untuk mengirimkan cincin itu, dikapal udah kebayang bakal kirim pake cargo di bandara. Aku Cuma tidur 1 jam malam itu, itupun dipaksa sama adikku, Rendy. Yang tau masalah cincin itu cuma aku, feri dan rendi.

Abis solat subuh, aku dan Rendi ke hotel buat bikin perhitungan sama abang. Nangis sejadi-jadinya aku saat itu. Di kepalaku saat itu adalah berpikir gimana caranya cincin itu bisa sampai sebelum akad nikah. Ternyata memang ga mungkin, karena di rumah abang ga ada yang bisa ke bandara! Saat itu aku benar-benar marah besar. Bagaimana mungkin persiapan pernikahan udah oke banget aku susun ehh malah cincin ga kebawa. Aku takut mengecewakan ibu saat itu. Jadi syaratnya adalah.. Abang dan Ibunya harus mengahdap ke Ibuku dn menyatakan permintaan maaf. Mereka menyanggupi.

Jam 8 pagi mereka ke rumah, Ibu bicara empat mata sama abang. Solusinya saat itu adalah beli cincin baru saja. Tapi ibu bilang “ udahlah… itukan Cuma biar dilihat orang aja. Yang penting Ijab kabulnya “ WEEEWWW KERENKAN NYOKAP GUE  !!!

Lega banget aku saat itu, walau kata abang Ibu memang ada kecewa tapi langsung move on. Alhamdulilah.. Kami langsung fokus ketujuan berikutnya.. KUA! Lho kok KUA? Pada heran ya? Hehhe Berhubung Abang baru dateng hari Kamis, ada beberapa berkas yang harus ditandatangani sebelum pernikahan dimulai. Jadilah kami ke KUA BONTANG UTARA. Begitu turun dari mobil, hp aku langsung bunyi.. “ Assalamualaikum mba herning?” suara laki-laki terdengar

“ Waalaikum Salam pak… Maaf dengan siapa ini? “ Jawabku tenang.
“ Dari KUA mba, mau tanya ni kapan bisa datang? Ada berkas yang harus ditandatangani” kata bapak itu ramah.
“ Saya kurang 10 langkah lagi pak, ini sudah di depan kantor Bapak “ sahutku riang.
Deg-degan banget ketemu Bapak Suda’I, Kepala KUA Bontang Utara karena aku menikah tanpa Bapak. Singkat cerita Bapak tidak datang. Pikirku pasti aku akan di wawancarai panjang, dan ditanya detil mengenai alasan wali nikah wajibku itu. Alhamdulilah ga terbukti tuh, dia tenang sekali dan bertanya
“ Bapak datang? “
Aku jawab  “ Ga pak karena… “ belum sempat aku selesaikan kalimatku dia langsung bilang
“ Ya sudah, saya tulis berhalangan hadir karena jauh saja “ tangannya sambil mencoret dan contreng beberapa item.

BK VIEW

Setelah abang menandatangani beberapa berkas, kami dipersilahkan pulang. Alhamdulilah… tidak sesulit yang aku bayangkan. ALLAH SWT MAHA HEBAT ^_^ Allahuakbar…

Kami balik lagi ke mobil dan memutuskan untuk jalan –jalan sebelum pulang ke rumah. Aku putuskan untuk ke Bontang Kuala. Lumayanlah ngilangin stress sebentar, ini perjalanan kami ^-^
BRIDE & GROOM

Our lil sis :) RISKA


BK
Pelajaran yang di dapat pagi itu adalah… Tuhan tidak pernah meninggalkan umatnya.

Selasa, 01 Januari 2013

Wedding Party 08 12 2012 #The Journey

Bontang - Membuat persiapan pernikahan memang gampang-gampang susah terlebih di Bontang (menurutku). Eits.. bukan karena di Bontang tempatnya jelek, hanya saja saya punya konsep yang berbeda dibanding dari orang kebanyakan. Saya mau pernikahan yang punya kesan eksklusif, elegan tapi tetep homey namun juga harus ada sentuhan tradisional dan harus praktis

Yuukk kita runut persiapan pernikahanku kemarin :

1. Souvenir.
Souvenir sebenarnya ga mutlak dalam sebuah pernikahan, hanya saja setiap orang yang punya hajat rasanya ingin memberi kenang-kenangan kepada tamu sebagai wujud penghargaan.

Sebenernya pengen kasih souvenir ala kaltim. Tapi susah sekali, karena ga ada yang bentuknya seperti saya mau Pengen punya yang unik tapi klasik, plus ga boleh mahal... hehehehe Bukan pelit, tapi budgeting di pernikahan itu penting banget lo... Proses mencari souvenir dilakukan selama berminggu-minggu, sampai akhirnya pilihan jatuh kepada....

          
Bagian Atas
Loro Blonyo
Ya.. Ini adalah pilihanku, entah artinya apa... Tapi ini buatku mengingatkan bahwa ini adalah pernikahan. Udah jarang banget orang memilih loro blonyo, biasanya org akan pilih handuk, gelas, lilin dan lain-lain. Ini juga asik kan? Unik juga. Sebenernya bahan aslinya itu gerabah, tapi karena perlajanan jauh dan riskan, aku minta diganti bahan dasarnya... Alhamulilah bisa dan jadilah berubah jadi nyamplung ( bahan pensil). Kalau ada yang nebak bikinnya di Jawa, anda benar... 

Ini dibuat di JOGJA. Souvenir ini dipesan sejak 29 September 2012, jadinya baru pertengahan November.
Kenapa lama? Lagi banyak pesenan katanya, tapi alhamdulilah sebelum hari H udah beres.

Maaf saya ga bisa rekomedasiin vendornya ya... you know what i mean do you?

Oh ya dalam pernikahan kami ada dua souvenir, yang pertama ya loro blonyo tadi, trus yang limited edition ada dari mempelai pria...
CARDS

Berhubung suami adalah atlet bridge dari Banten, maka ini pilihan dia. Kartu ini hanya untuk kalangan terbatas, yaitu para pemain bridge maupun pengurus.

2. Undangan

Kita beralih ke undangan... Berbeda dengan kebanyakan, konsepnya kemarin adalah go green. Undangan ga boleh dari kertas karena ga bermanfaat alias cuma bakal jadi sampah. Intinya ga nyampah!

Depan
Belakang
Sekarang kan banyak undangan yang bervariasi, mulai dari kipas, tempat tisu dan      lain-lain. Tapi pilihanku jatuh pada.... TAS!                

Bermanfaat kan???              ^_^      

Kalau yang ini bisa direkomendasiin liat aja blog masnya ini linknya :)        




3. Venue
Mencari venue memang gampang-gampang susah, harus dipikir bener-bener. Budget, akses dan kenyamanan seakan menjadi rantai yang tak boleh terlepas.

Tadinya aku sama suami suka banget sama Resto Bontang Kuring tapi karena waktu itu mereka belum pernah mengadakan pernikahan disana dan belom jodoh aja kali ya jadi aku putuskan untuk banting setir. saat itu beberapa opsi adalah Hotel Akbar, Hotel Equator dan beberapa tempat lain. Sebenernya bagus aja sih, cuma aku males ngedekornya. Aku pengen tempat yang udah jadi, tinggal pake aja dan jadi! Sampai akhirnya perjalanan panjang berhenti di Gudeg Bu Harman.

Foto ini diambil waktu surei dimalam hari, jadi maaf aja kl gambarnya agak kurang bagus ya....

 Cozy banget kan? Ga ada yang perlu diotak-atik dari venue ini. Nuansanya coklat, just perfect.

Managernya, Dani enak banget diajak kerjasama. Dia paham banget sama yang aku mau. Menu yang jadi pilihan adalah yang bener-bener aku suka juga. No fast food, traditional only. Daging ga ada disini.. adanya sayur asem, ayam, bebek dan gudeg. Minumannya juga teh, jeruk dan air putih. Bener-bener ala makanan rumah. Asiknya lagi, boleh bawa makanan dari luar, asal menunya beda dengan yang mereka punya.



Me At pendopo

Tempat yang cantik, manager dan crew yang ramah, super nyenengin deh... Well Recomended banget.

Dapet tempat ini berasa surga banget, karena suasananya oke dan harganya juga menawan hati :)

Apakah saya mempercayakan acara 100 persen pada mereka? Liat postingan yang berikutnya ya...




Sabtu, 29 Desember 2012

Marriage part 1

Menjadi perempuan dengan status baru yaitu MENIKAH, membuat aku "geleng-geleng" kepala. Lucu, marah, heran dan khawatir kerap datang tanpa diundi. Pertama kali dalam hidupku, aku tidak punya kendali. Hanya diam dan berdoa. Kemampuan untuk take control menjadi tumpul, karena tanggung jawab dan job desk yang berbeda.

Kalau dulu sikat kanan-kiri kalau ada hal-hal yang aku mau. Tapi sekarang? Eiittsss bukan berarti spontanitasku berkurang, hanya saja prioritas sudah berbeda. Aku jadi harus berpikir sedikit lebih jauh mengenai efek dari apa yang akan aku lakukan.

Alhamdulilah punya pasangan yang mengerti dan bisa menengahi. Abang benar-benar membuat aku belajar banyak, bahwa diam bukan berarti tak berdaya, diam adalah saat "pause" buat simpan energi dan memikirkan langkah berikutnya( lagi ).


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Rabu, 19 Desember 2012

Marriage life

Jakarta - Hi December, being a wife has change my life in so many ways. I have lost myself. I can't be the person I used to be. I'm getting wiser. I don't get angry so easily. I learn how to hide my feelings. I guess that's just the way it rolls.

Sometimes i miss being so spontanious. This is my path, I need to be the woman that i wanna be.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Selasa, 31 Juli 2012

Halal di cantikmu !


Samarinda - Perempuan mana sih yang ga ingin terlihat cantik? Semua pasti mau dong ya... Walau kadang persepsi cantik jadi berbeda-beda. Kali ini bicara tampilan aja ya. Kosmetik jelas adalah salah satu alatnya, saya yakin kita semua sependapat dengan itu. Tapi kosmetik yang bagaimana dulu ni? Jujur saja, saya baru tersadar tiga tahun yang lalu. Boleh ya cerita sedikit :)

1. Melihat iklan kosmetik WARDAH.
Awalnya penasaran, dengan adanya WARDAH.Ya.. Saya bingung tiga tahun lalu melihat iklan WARDAH yang mengklaim diri sebagai kosmetik halal. Lalu jadi berpikir, ada apa ya? Kok sampai seheboh itu sampai-sampai kosmetik saja harus ada halalnya. Sampai akhirnya saya cari info sebanyak-banyaknya di internet. Waktu itu, ya cukuplah untuk sekedar tahu dan mulai paham sedikit-sedikit.

2. Bertemu akun MUST BE HALAL 
Buat beberapa pengguna facebook aktif mungkin mengikuti akun yang dibimbing Bapak Ustadz Nanung Danardono. Saya belajar banyak sejak bergabung disana mulai dari makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik sampai beberapa produk turunan babi. Weeewww banyak banget ya? Silahkan bergabung dan bertanya disana. Insya Allah admin akan menjawab dengan segera. 

Saya mulai paham setelah membaca artikel berjudul KOSMETIK PUN JUGA HARUS HALAL, ternyata banyak hal yang saya tidak tahu karena sering saya sepelekan tapi ternyata penting. Berikut saya kutip bagian dari artikel tersebut yang membuat saya terbelalak :

Jurnal LPPOM MUI menganjurkan kita untuk berhati-hati terhadap kosmetik yang mengandung : 

Lemak
Lemak dan turunannya (Gliserin, GMS, Cetyl Alc, Stearic Acid, Stearyl Acid, Palmitate Acid, dll) yang banyak digunakan sebagai pembuatan lipstik, sabun, krim dan lotion dapat berasal dari lemak hewan* 

Kolagen dan elastin
Kolagen dan elastin berguna untuk menjaga kelenturan kulit. Zat ini sering digunakan dalam produk pelembab. Zat ini merupakan jaringan yang bisa berasal dari hewan* 
Ekstrak plasenta dan amnion (cairan ketuban)
Plasenta dan amnion yang terytama digunakan untuk peremajaan kulit, dapat diperoleh dari hewan* atau bahkan manusia.

Vitamin
Zat penstabil vitamin yang dipergunakan dalam kosmetika. Zat ini ada yang berasal dari hewan* 
Asam Alfa Hidroksi (AHA)
AHA sangat berguna untuk mengurangi keriput dan memperbaiki tekstur kulit sehingga kulit halus dan kenyal. Salah satu senyawa AHA yaitu asam laktat, dalam pembuatannya menggunakan media yang berasal dari hewan* 

Hormon

Hormon estrogen, ekstrak timus dan melantonin adalah contoh hormon yang berasal dari hewan* yang dapat digunakan dalam kosmetika


Berbekal ilmu dari akun tersebut dan juga pemahaman yang cukup. Saya buang semua kosmetik saya, kenapa semua? Karena semuanya tidak memiliki logo halal. *dhueeewewwewweeng. Memang perlu sentilan untuk berubah :) Alhamdulilah sudah bergeser.

3. Talkshow Bincang Ramadhan, Kajian Halal-Haram LPPOM MUI Prov Kaltim di 91,7 Radio Antara.

Ini dia keuntungannya jadi bagian program di radio, saya diperbolehkan bekerjasama dengan pihak manapun yang saya inginkan untuk kepentingan pekerjaan. Kali ini saya menggunakannya untuk menjawab rasa penasaran saya. Kalau memang mau dengar silahkan ke website RADIO ANTARA setiap Selasa, pukul 16.00 -17.00 wita selama bulan Ramadhan. eeehhhh malah promosi ^_^

Pada edisi kedua,  saya berkesempatan melakukan wawancara bersama Bapak drh. H. Sumarsongko dari LPPOM MUI Provinsi Kalimantan Timur. Beliau bercerita panjang lebar bahwa yang diurus LPPOM MUI bukan cuma soal makanan tapi juga kosmetik dan obat-obatan, sesuai namanya Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika. Beliau juga menjelaskan bagaimana para perempuan seharusnya waspada dengan kosmetik yang digunakan. Karena soal Halal - Haram bukan cuma soal makanan saja tapi juga banyak hal, salah satunya kosmetik. . 

Para perempuan seharusnya lebih kritis dan berhati-hati karena banyak kandungan dari kosmetik yang jauh dari unsur halal. Maunya cantik lahir tapi malah "ngumpulin dosa"  bisa gawat ni. Iya ga?

Saya paham benar bahwa setiap perempuan ingin tampil cantik, lalu bagaimana jika mulai sekarang ditambah dengan sempurna dengan produk halal? Boleh ya kakak? xixixiixi berasa di mall aja :) Memang di jurnal Halal sudah banyak kosmetik yang halal, hanya saja setahu saya.. Cuma wardah yang menempelkan logo halal di produknya. Jadi kenapa mesti merepotkan diri sendiri dengan beragam keraguan didalamnya? Cari saja yang  memang halal dan mencantumkan identitas halal dalam produknya, bereskan? Selamat terlihat cantik ya cantik ... :) 


Minggu, 22 Juli 2012

(Pengen) Geser Pager

Samarinda - Hari ini ada info dari temen kalau ada Mall yang cri project event. Heemm tawaran menarik, mengingat kalau di Samarinda saya belum pernah nemu mall yang bertema ( kecuali kalau tahun baru dan lebaran. Menarik bukan ketika kita bsa berkarya lebih banyak? Asik kan ya? Tapi apa mungkin ini bisa? Sementara saya masih jatuh cinta dengan radio. Kalau memang jatih cinta bertemu dengan realita harus bertempur keras, maka biarlah

Selasa, 10 Juli 2012

Donor Darah adalah PRIVILEGE

Bingkisan dari PMI Samarinda
Samarinda - Buat sebagian orang mungkin donor darah adalah hal yang biasa dan umum saja. Kegiatan ini biasa dikenal sebagai sedekah, berbuat baik dan mencari pahala. Sama sekali ga ada salahnya dengan donor darah ( selama anda sehat ).

Tapi buat saya donor darah adalah kegiatan istimewa, bukan karena ingin sombong dan merasa paling benar karena sudah berbuat baik, sama sekali bukan. Buat saya menjadi pedonor adalah kehormatan. Ya! Karena saya "diperbolehkan" untuk membantu orang lain dengan apa yang saya miliki.Harus diakui saya kecanduan donor darah dalam dua tahun terakhir ini.

Seperti layaknya hidup, ada kalanya kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.  Sampai akhirnya masalah muncul pada akhir tahun lalu.Saya dinyatakan tidak layak melakukan donor darah karena kadar hemoglobin darah selalu kurang dari 12 (batas normal). Katanya kelelahan, srtess dan ini itu bukannya makin tenang, saya malah makin stress diberitahu kabar itu hehehehhe (sungguh pribadi yang tidak siap dikritik).

Sampai akhirnya 7 Juli kemarin, niatnya iseng main ke Mall Lembuswana. Untungnya ada mobil PMI yang mangkal disana. Jujur saya trauma dan takut ditolak lagi ( saya ini ditolak donor 5 kali berturut-turut), akhirnya lewati mobil dan stand PMI dengan cueknya dan langsung ke toilet. Disana langsung cuci muka, ngilangin stress dan ngumpulin nyali. Ngaca lama-lama dan sambil bilang " Kali ini pasti bisa! Pasrah aja.. " Sungguh urusan donor darah ini diluar kuasa saya. Mau bilang daram? Silahkan.. wong kenyataannya memang begitu.

Akhirnya saya tersadar bahwa ruangan itu makin penuh dan berisik gara-gara sekelompok perempuan muda bekerja masuk. Kaki ini makin mantap ke stand PMI, disana saya ketemu mba yang baik, ramah, cantik ( belebihan ah) sabar aja deh. Tekanan darah di cek, hasilnya normal (alhamdulilah). Dag dih dug  terasa saat mau ambil darah,  ngecek  Hb! Ini dia yang jadi momok, ngeri banget.  Jarum itu masuk ke kulit dan diambil sample darah, lalu dimasukin ke alat mungil. Berbeda dengan di Bontang. Kalau disana sample darah dimasuka ke cairan kalau jatuh berarti hb bagus, kalau ngambang berarti jelek dan ga bisa diambil darahnya.

Karena ga  berani melihat hasil saya pilih tutup mata dan menunggu petugas yang ngomong sendiri, " 13,5 mba "

Sekejap langsung saya buka mata dan langsung teriak " AAAAAKHHHIIRNYA !" tanpa sadar teriakan itu membahana dan seisi lorong melihat saya. Petugasnya cuman senyum-senyum saja. ( NINK )

Selasa, 24 April 2012

Dialog Perempuan “ Kartini Masa Kini, Makin Percaya Diri & Mandiri “ 22 April 2012, Samarinda

Dari kiri -kanan ; Atila, kak Erni , Ita, Risa Amrikasari, Bu Nora, Bunda, and me

Alhamdulilah event Dialog Perempuan “ Kartini Masa Kini, Makin Percaya Diri & Mandiri “ 22 April 2012 akhirnya selesai sudah… ^_^

Rasa bahagia terbayarkan setelah sukses jadi perempuan gagah jelita J hahahha…

Mari kita tilik ke belakang soal pembicara yang aku pilih… RISA AMRIKASARI
Dari namanya aja udah keren kan brader dan sista? Yup, she is stunning in person :) Bisa geer ni orangnya kalo baca… yeaahh what ever 

Semua berawal dari perkenalan di twitter yang bikin aku yang tadinya penasaran jadi gandrung sama perempuan ini. Sekian lama lihat cool twitnya akhirnya semua jadi terasa mudah dan ringan. Kenapa coba? Mudah saja Seorang Risa membuat aku merasa makin kuat dan berani. 

Dulu sempet galau karena dibilang perempuan keras kepala, setelah kenal mba Risa aku jadi tahu bahwa aku bukan perempuan keras kepala… YA! Karena aku adalah perempuan yang tau apa mauku dan paham dengan apa yang aku jalani dan tuju.
Buku Risa Amrikasari
Setelah berasa jadi perempuan yang “seharusnya” maka aku putuskan untuk melakukan banyak hal untuk bisa mengenalkan seorang Risa Amrikasari kepada lebih banyak perempuan. Orang pertama yang jadi korban adalah Kak Erni, teman sekerja yang kemudian menjadi kakak perempuan tempat aku bertanya segala hal. Rupanya dia juga jatuh cinta dengan Rose Heart ( nama pena Risa Amrikasari ), kami berkoalisi (jiaahh bahasanya boo.. ) untuk melakukan segala macam cara untuk mendatangkan idola kami itu.

Dalam waktu sekejap aku buat proposal itu, dengan harapan bisa berhasil dalam waktu cepat. Kami mulai edarkan proposal itu sejak 10 Maret 2012, ditolak orang pada kali pertama justru membuat kami makin semangat. Bukan berarti kami hebat, sekali dua kali ditolak masih semangat memang tapi setelah sampai ke angka belasan, ya lemes juga. Jujur aja sih, ngapain bo’ong? Kantor ga ada ngeluarin dana sama sekali. Kami dimodali kertas, komputer sama printer dan beberapa kontak orang yang bisa dimintai bantuan untuk event ini.  Kaget? Jangan salah selama tujuh tahun di radio memang ini yang aku alami. Tapi toh kami cuek aja tuh, pasti ada jalan deh.

Awalnya semua ngambang dan akhirnya stabil, grafik makin bagus pada H-18 sampe akhirnya para sponsor mundur satu – satu. Sebel? Jelas ini yang dirasa, kepala mulai senut-senut emosi mulai naik. Sampe naek darah tiap ada yang nanya “ gimana perkembangan event mu?” Rasa mau ditimpa aja deh. Udah ga bantu apa-apa, eh berani nanya. Dukungan moril sama sekali ga diperluin saat  itu, duit aja deh yang penting. 

Perusahaan yang di tawarin buat kerjasama malah  proposalnya sama sekali ga ada progress. Alesannya konyol, atasannya belom baca katanya. Gila aja, proposal udah dikasih sebulan kok ga ada kabar? Emosi kan lo sama birokrasi? Rasanya pengen potong kompas, seandainya bisa. Untungnya sponsor utama tetep setia, cuman tetep kurang. Biaya besar masih kami perlukan. Bahkan kami ga berani mikir profit, yang penting jalan. Sampe akhirnya modal nekat itu berbuah manis pada H-10. Bantuan dari donatur mengalir, walau nominal ga seberapa tapi kepercayaan mereka ga boleh di sia-siakan. ACARA HARUS JALAN! SHOW MUST GO ON !

Modal nekat langsung kami urus semua persiapan perjalanan Mba Risa dan akhirnya kepala mulai ringan. Ternyata yang bikin nyesek adalah ketika ada keinginan besar and no action at all. Giliran udah dilakoni, mulai berasa enteng kok.

Sampe H-3 event, kami masih berpikir bahwa kami belum bisa bayar crew/panitia, stress sih iya.. Yang dikepala adalah bagaimana kami bisa bertahan lewati ini semua, sampe akhirnya sebuah produk menghampiri dan datang kepadaku. Mereka regenociate, sampai akhirnya aku setuju dengan kesepakatan separuh harga. Memang belum lega saat bernapas, tapi paling tidak aku masih bisa bernapas walau tersengal. Prinsip kemarin adalah.. HAJAR!!! Ini bukti nya ..

Our Spanduk


Lompat ke hari H aja ya.. biar cepet, karena aku yakin kalian ga perlu tau lamanya perjalanan samarinda – balikpapan berapa tikungan yang aku lewatin dan apa yang aku liat di jalan. Hehehehe

Sampailah aku ketemu Mba Risa & Mas Dwi di Bandara Sepinggan. Keduanya memang orang yang ramah dan nampak benar pandai. Jadi berasa bangga sekedar berdiri di samping mereka ( berlebihan ga sih? ) Menurut aku wajar, dekat orang yang positif  membuat kita ketularan pacaran aura dan energi yang sama. Boleh percaya boleh ga.. Tapi coba aja deh, pasti kerasa juga kan?

Saat Makan Malam
Menuju Samarinda Mba Risa & Mas Dwi istirahat di hotel bersiap untuk dialog di pagi hari, akupun tertidur dengan nyenyak di kost  tercinta hehehehe. Bisa aja sih di hotel, cuma aku ini punya masalah tidur di tempat baru. Ya, berasa ga bisa tenang aja serba salah. Padahal di hotel, enak nyaman dan ini kelasnya deluxe lo.. Dasar kebiasaan hidup di kost, hehhehe. Balik lagi ke event ya….

Ada aja cobaan jelang event terlebih dalam hitungan jam. Mulai dari tempat makan yang udah di blok tiba-tiba ga bisa di akses, gerimis tanpa henti, persiapan juga minim ini dan itu. Jangan bilang aku nyerah dan  nangis ya… Dengan sepatu berhak tinggi dengan sigap aku minta bantuan tim untuk organize mana-mana yang kurang. Aku perlu bantuan tim, Kak Erni ? Ya, dia sudah dengan job desknya sendiri. Kami sudah membagi banyak hal. Dia lebih tenang dan sabar, sementara aku lebih agresif dan reaktif.  Kami kombinasi yang sempurna.

Dalis Pattalongi, Ketua DPW PAN KALTIM
Sampai akhirnya sambutan aku merasa banyak dapat perhatian disana. Gimana ga? Ketua DPW PAN KALTIM, Darlis Pattalongi berkali-kali menyebut namaku. Bangga bangett lo boo…. Senang rasanya ketika bisa dilewati semua cercaan, bantaha dan sikap negatif yang bertubi-tubi datang pada kami dan akhirnya berbuah manis. Rasanya ingin tertawa terbahak-bahak sambil ngomong nyinyi ke mereka dan bilang.. " Liat ni hasil kerja gue sama kak Erni dan temen2 ". Mulai deh sombong :(

Bukan Herning namana kalo terbuai dan lupa sama rundown dan time table. Kepala tetep muter supaya event tepat waktu. Sampai akhirnya sesi mba Risa datang juga, dan aku baru santai…. She knows what she doing.. Yeaahh, para peserta bersemangat memperhatikan gerak-geriknya. 

Risa Amrikasa
Menarik bagaimana dia menjelaskan dan menggambarkan pandangannya soal kartini dan perempuan. Mereka di ajari untuk berani dan mandiri, terlebih lagi yang paling penting adalah percaya diri. Bersama kami bunuh sikap negatif dan hal-hal yang merintangi lewat negosiasi dan mendapatkan apa yang diinginkan. 

Terlihat jelas bagaimana mereka melihat hal baru setelah pulang dari dialog perempuan itu. Waktu yang harusnya satu jam malah molor jadi dua ja.. hehehehhe keasikan ngobrol sama mba Risa sih.. Dan aku jadi perempuan paling dibenci (xixiixixixi) karena aku yang mematikan waktu.
 
Hebat, setelah selesai event kami langsung menuju Balikpapan untuk mengantar Mba Risa ke bandara. Sampai waktunya kami berpisah, hanya satu yang terlintas “ Apalagi abis ini ya?” Samarinda harus mengenal lebih banyak orang untuk menginspirasi lagi. Sebelum itu semua aku putuskan untuk istirahat sebelum menerjang masa lagi .

Terimakasih RISA AMRIKASARI, Peserta dan pendukung acara ini.