Tampilkan postingan dengan label my life in stereo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my life in stereo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juli 2013

Melihat, Tersenyum, Kagum dan (kadang) Geleng Kepala

Jogja - Aku pikir lama juga ga ngeblog. Maaf karena keasikan dengan dunia nyata yang membutakan aku perlunya menulis lagi. Rasanya permintaan maaf cukup sudah, no need to take it in another level called DRAMA

Kembali ke radio lagi membuat aku merasa hidup. Orang mungkin ga paham betapa aku sering pusing dan kehilangan diriku ketika jauh dari radio. Radio itu bukan melulu soal siaran aja, tapi juga melihat, mendengar dan merasakan aura radio itu sendiri. Salah satu yang enarik dari radio adalah SDMnya. Ya... Dimana-mana yang namanya berurusan dengan manusia lain itu menarik sangat .

Aku perhatikan ada beberapa orang yang punya motivasi yang berbeda kalau ditanya soal kenapa mau di radio. Ada yang bilang jatuh cinta, suka dari kecil, ingin terkenal, penasaran, panggilan jiwa dan lain sebagainya. Tapi, aku belum pernah mendengar ada yang bialng terpaksa, sampai akhirnya sebulan yang lalu ada yang bilang begitu. Kok bisa ya, kenapa ga? wong nyatanya memang ada.

Aku adalah orang yang bangga dengan pekerjaanku, tapi selalu merasa biasa saja dengan perusahaan tempat aku bekerja. Dimanapun itu, entah di radio milik BUMN besar, perusahaan tambang batu bara ternama atau ketika ada di bawah naungan sebuah kantor berita, maupun ketika ada di grup besar. Buat aku itu biasa. Orang senior di radio menurutku bukanlah mereka yang sudah lama siaran. Tapi adalah mereka yang terus belajar, mau mengupgrade diri dan pastinya terbuka dengan kritik.

Hanya saja aku sering kesal dengan orang-orang yang memanfaatkan radio untuk kepentingan egonya sendiri. Merasa tenar dan dikenali banyak orang karena dia bekerja di media. Ouuww that is so called RAVEN.

Menurutku, entah tinggal di Bontang, Balikpapan, Samarinda, Tenggarong atau bahkan di Jogja sekalipun. Skill orang radio itu terletak pada kemampuan dia mengolah kata dan musik. kembali ke taste! Kelihaian, kemampuan dia akan nampak jelas. Ngomong pake ketukan ga, menghindari kata-kata tertentu bekerja sesuai segmen atau apapun itu. Bekerja dengan segmen itu menarik kok. Berani apa ga masalahnya?

Kalau cuma mau suaranya di dengar tanpa konsep, ya pada akhirnya cuma jadi sampah. Ga perlu dia ngomong, anak playgrup juga bisa. Eh, kenapa jadi marah-marah ya? Entahlah. Aku sering bengah kalau melihat SDM separuh nyawa.

Tapi kondisi sekarang berbeda, aku bukan siapa-siapa. Hanya bisa Melihat, Tersenyum, Kagum dan (kadang) Geleng Kepala. ( nink)

Kamis, 16 Agustus 2012

Marahku berbuah

Samarinda - Marah memang bukan hal yang baik, yang paling berasa pertama kali adalah badan terasa panas, jantung berdegup lebih cepat karena darah langsung naik cepat. Buat saya yang ga bagus itukan marah yang membabi buta. Kalau terorganisir masa iya sih ga boleh?

Dalam hitungan kurang dari dua jam saya baru saja melakukannya. Kali ini gara-gara ada penyiar yang menyatakan diri tidak mampu siaran talkshow. Dia bilang  fifty-fifty, buat saya tidak yakin itu ya tidak bisa, tidak mampu!

Saya langsung naik darah dan bilang " Kalau begitu kamu ga  bisa! Semua-semua ga bisa, Bisanya apa ni!

Dia langsung diam dan kehabisan kata-kata dan kaget. Mungkin baru kali ini dia melihat saya benar-benar marah.Langsung saya tinggalkan ruangan dan memilih ruang tamu sebagai tempat berlari.Marah sekali melihat SDM yang sudah diberi kepercayaan program baru malah mengecewakan dengan gagah jelita, dikepala saya (saat itu) dia adalah sampah!

Tak lama waktu berselang, dia menghampiri saya yang sedang marah dan meminta maaf sambil bilang
" Saya akan coba, saya  takut bikin malu mba, makanya saya ragu-ragu "

Buat yang membaca atau orang lain bisa dibilang itu bisa dipahami, kalau buat saya itu penghinaan! Kok gitu? Jelaslah, it's crystal clear  bahwa dia meragukan kemampauan saya menilai sdm yang saya miliki. dia meremehkan kemampuan saya untuk melakukan analisa! Artinya dia meremehkan saya! Siapa dia sampai bisa bilang begitu? Orang akan bilang saya keras kepala, sombong dan keras hati, tapi coba deh direnungi lebih lagi, apa saya salah?

Apapun yang saya rasa sama sekali tidak penting karena akhirnya siaran talkshow tetap berlangsung dengan penyiar yang sudah dijadwalkan. (NINK)

Senin, 30 Juli 2012

SDM Separuh Nyawa


Samarinda – Sebelumnya terimakasih untuk seorang sahabat, kakak dan klien tercinta mba Mutiara Sari yang memberikan istilah ini kepada saya. Benar-benar menyadarkan saya tentang keberadaan orang-rang menjengkelkan yang masuk kategori SDM SEPARUH NYAWA. Bukan karena sok sampai berani menilai orang seberani itu, hanya kebetulan saya kerap menemui orang dengan macam ini. Buat yang merasa terintimidasi dengan judul tersebut, maka silahkan silang  blog ini di browser anda. I’m not telling you to go, but there’s the door if you want out. Le’s move on to the subject.

Dalam tiga tahun terakhir ini saya banyak belajar mengenai karater orang karena menangani SDM di perusahaan saya bekerja. Ada beberapa jenis yang menurut saya  irritating, diantaranya adalah :
1.     
           1. Benci perubahan.
Mereka yang benci perubahan akan bilang “ Gimana ya, abis dari dulu juga udah begini “.   I don’t know how to describe it yet, but he/she is not a keeper. You got to let her/him loose ! He/ she is not an asset, keset (betawi) iye!
Ga  tahu ya bagaimana orang jenis ini bisa bertahan. Biasanya yang begini adalah budaya instan yang dia dapat seumur hidupnya. Saya tidak bicara soal masa depan dia, tapi yang pasti kalau saya yang jadi atasannya, pilihan bagi owner adalah.. pilih dia atau saya. I do it my way!


 2.   Enggan / malas belajar.
Bagaimana menilai seseorang malas belajar? Mudah! Dalam rapat, biasanya dia tidak mencatat! Ini simple sekali bukan? Biasanya mereka yang malas akan bilang “ kan udah ada notulis” HAH! BICARA SAMPAH! Ketika rapat ada beberapa hal detil yang dibicarakan. Ketika sudah bicara soal koreksi maka yang harus dipikirkan adalah bagaimana ini bisa terjadi? Analisa dong! Gimana mau analisa kalau tidak mencatat? Bagaimana kalau ternyata yang dikoreksi adalah diri sendiri? Gimana ceritanya? Apa mau nunggu notulen di dinding baru mau memperbaiki? Orang yang tidak siap untuk rapat adalah orang yang MALAS!

Dulu dalam setiap rapat, semua orang dalam tim saya selalau mencatat. Karena kami memperhatikan detil dalam setiap masalah untuk terus mengevaluasi. Apa semua-semua harus diberitahu dulu? Weeewwwww…. He or she aint goin no where.


3. Gimana nanti person
Pernah bertemu dengan orang macam ini? Setiap kali ada tugas atau permintaan dia akan bilang “ gimana nanti aja deh “. Ini jawaban yang aneh, seharusnya tiap anggota dari tim  punya target atau goalnya sendiri. Lalu bagaimana dengan banyak orang yang masih berserah pasrah?


4..Rajin bertanya
Mungkin sebagian akan bilang, “ Kalau ga tau kan lebih baik bertanya?” SALAH! Kalau ga tau seharusnya cari tau! Banyak tanya bukan solusi, emang apa guna internet kalau semua serba tanya?
Mereka yang rajin bertanya ini berpikiran bahwa atasan/ rekan kerjanya adalah anggota keluarganya. Seperti layaknya keluarga akan selalu membantu kapanpun diperlukan. Lagi-lagi SALAH! Seharusnya saling dukung dan membiarkan dewasa. Bukan dimomong setiap waktu! Be creative !

       5. Demanding / Penuntut
Jenis ini adalah favorit saya untuk dihancurkan. I’d love to crash him / her into pieces. I don’t mean in a bad way, its for his own good.  Jenis ini sering kali meminta untuk dimengerti, alibinya adalah dia tidak sempurna, kisah masa lalunya atau apapun yang membuat simpati muncul. Ini sering sekali digunakan  mereka dengan gaya “rapuh”.

5    6.A cutter
Mereka yang suka memotong pembicaraan, belum selesai kalimat tiba-tiba dengan spontan bicara. Buat saya orang seperti ini biasanya merasa bisa membaca pikiran orang lain. Kalau berurusan dengan orang macam ini biasanya saya membawa catatan kecil dan membuat poin-poin yang  akan dibicarakan. Ini penting agar saya tetap fokus dan supaya ga perlu lama-lama berurusan dengan orang itu.

Sementara ini masih enam jenis, bisa jadi bertambah lo J  Ini dari pendapat pribadi, saya bisa menulis ini bukan karena saya sempurna. Saya juga ada di beberapa poin tersebut, and im tryin to control it. How to handle those type of person? Well yall I can say, give you self a break. It’s ok to loosin up an get some freak on J. Goog luck then.

Jumat, 29 Juni 2012

Lost in CV

Samarinda - Beberapa hari lalu saya menerima surat lamaran pekerjaan dari atasan saya. Seperti biasa, ini surat lamaran seorang penyiar radio. Sebagai head bagian program, saya bertugas melakukan interview pada beberapa kandidat, tidak hanya itu, saya diminta untuk menangani rekruitment hingga training sdm  ( hal ini lumayan lah mengingat saya baru tujuh tahun di radio). 


Dari begitu banyak pelamar yang pernah saya temui, tak jarang saya selalu berakhir dengan " geleng-geleng " kepala, diantaranya adalah :


1. Terlalu bertele-tele dalam membuat surat lamaran. 


Saya capek dengan surat lamaran yang melakukan begitu banyak kalimat sapaan dan juga kalimat yang berputar-putar. Belum lagi dengan surat lamaran yang menggunakan kata-kata indah seperti " saya akan tidak akan mengecewakan dan akan berterimakasih sekali. Seakan-akan yang ditawarkan indah-indahnya saja. 


Buat saya bagaimana seseorang bercerita lewat surat lamaran, bisa membantu saya untuk mengenali seseorang. Tapi ya sudahlah, strategi seseorang untuk menawarkan diri kan berbeda-beda. Mungkin saya apes karena sering menemukan yang modelnya begitu.


2. Menggunakan blangko Daftar Riwayat hidup.
Ini nih, yang bikin cekikikan. Saya tidak bermaksud menyepelekan bagi mereka yang menggunakannya. Tapi buat saya itu tidak rapi, dan lagi lembaran itu tidak bisa bercerita banyak kehidupan seseorang. 
                               Kok bisa? semua kan ada disana dan tinggal diisi? 
Gini ya, bayangkan jika anda sekolah ditempat yang berbeda-beda. Satu lembar kertas itu tidak bisa menolong. Saya adalah bukti nyata, sewaktu SMP tiap tahun saya pindah kota. Apa anda bisa bayangkan berapa banyak saya harus tulis di kertas itu?  Apa susahnya diketik yang rapi, diprint, lalau diperbanyak. Kan lebih murah, praktis dan rapi dari pada harus membeli blangko perwarna putih dengan tulisan biru itu (saking geregetannya)?


3. Tidak mencantumkan "reference"nya. 
Beberapa hari yang lalu saya pernah jadikan kekesalan soal reference ini sebagai status facebook saya. Ternyata banyak teman-teman saya yang justru tidak menyadarinya, bahkan ada yang bertanya " Emang Perlu ya? "


Memang sih, ini sama sekali bukan keharusan, tapi dengan mencantumkan nama orang yang bisa mereferensikan anda akan memudahkan hrd untuk melakukan cek silang. Akan lebih baik lagi jika dia bekas atasan anda atau senior. Saya selalu melakukan itu, mencantumkan nama bekas atasan dan senior saya dulu, tentu dengan meminta ijin mereka terlebih dahulu.


Yang unik dari beberapa tanggapan teman-teman saya adalah " karena dia belum percaya, bahwa ada org yg bisa memback up dia dg baik,, dan ia karyawan separuh nafas " Wedeewww pedes banget komennya. Ada gitu yang separuh napas?  Hayo.. Mari kita cek diri sendiri ^_^


4. Tidak menyertakan sample suara.
Saya menilai ini sebagai bentuk kesiapan. Seseorang yang melamar sebagai penyiar radio seharusnya memang menyertakan sample suaranya. Kan yang diperlukan bukan cuma surat lamaran saja, tapi juga suaranya! Sebagian orang akan bilang saya mempersulit. Masa sih?


Coba deh, justru ini akan mempermudah saya bekerja. Dari pada saya harus memanggil berkali-kali untuk proses rekruitment seleksi admin, wawancara, ambil sample suara lagi. Buang waktu! Walau sebenarnya kalau udah penyaringan, biasanya radio juga akan melakukan pengambilan sampling suara ulang. RIBET? Ga sulit kok! Saya dulu pake walkman buatan cina, kualias suara juga jelek waktu itu.  Kalo sekarang kan udah bisa pake handphone...


Beberapa hal diatas mungkin terdengar berlebihan bagi sebagian orang. Hanya saja buat saya ya ini yang saya tau. Bisa saja dikemudian hari akan bertambah lagi listnya. Ya.. paling ga ini adalah bagaimana saya sebagai bagian rekruitment sdm melihatnya. (NINK)









Kamis, 14 Juni 2012

Tim itu harusnya....

Samarinda - Kadang di kepala sering berpikir kalau tim itu harus satu visi dan misi, gerak dan derap juga harus sama. Tapi ga ah, aku pikir tim itu memang harus beda-beda. Kan di isi oleh banyak kepala, menyikapi perbedaan juga hrus bijak, kadang keras juga gapapa. Menurutku memang manusia harusnya seperti itu, ada salah, masalah dan risalah.


Mungkin hari ini biasa saja adanya, tapi buat aku ini istimewa. Aku tadi siang memutuskan untuk makan siang bersama teman-teman sekantor. Saking sibuknya pengen makan sama mereka aku sampai lupa bahwa aku punya penyiar yang siaran berita dan harusnya aku rekam siarannya. Ya, memang siaran berita harus direkam, karena kami harus merekam setiap laporan dari reporter yang  masuk untuk di jadikan database. Kelabakan pasti, wong aku juga baru inget setelah siaran berlngsung selama satu jam lamanya.


Kaget? Jelas! Aku putuskan untuk balik ke kantor dan melihat dengan mata kepalaku sendiri betapa bodohnya aku. Aku bahkan ga nyalain komputer rekaman, dari sini aku diam dan ambil napas panjang. lalu aku telpon reporter dan meminta maaf. Alhamdulilah, mereka maklum dan memutuskan untuk membantu dan bersedia membaca berita ulang untukku.


Akhirnya aku bisa bernapas dan berpikir kenapa ga keinget ya? Sambil menghukum diri aku terus bergumam sampai akhirnya suara perempuan muda muncul.
 " Aku tadi juga mau ngasih tau tapi, aku ragu ".
Aku geleng-geleng dan bilang " Kenapa ga ngasih tau? Kan aku juga bisa lupa"


Dia diam dan meminta maaf. Lalu aku akui bahwa aku juga salah, kesalahan terbesar ada padaku. Karena mereka ada dibawah kendaliku. Seharusnya memang aku menjaga mereka dengan baik. Kami akhirnya mendapatkan kata sepakat bahwa kami adalah manusia, kerap khilaf dan lupa. Karena itu harus saling mengingatkan. 

Selasa, 22 Mei 2012

Forgiveness goodbye?


Samarinda – Lama juga ga cerita tentang isi hati, dan kali ini mari kita mulai ^-^. Kemarahan hari ini mencuat ketika pagi tadi aku melihat wall facebook salah satu sahabatku. Disana tertulis “ Terimakasih atas kebersamaan selama ini bersama kalian bla bla bla bla keluarga kecilku etc “. Disana ditag  beberapa orang. Permintaan maaf dan prosesi pamitan dari seseorang yang memutuskan untuk berhenti bekerja. Rasanya wajar bukan? Lalu kenapa juga mesti dibahas?

Berapa kali kita melakukannya? Pasti pernah dong ya? Terlebih mereka yang beberapa kali berganti pekerjaan, in life people do come and go. Cuma berapa banyak kita melakukannya yang bukan hanya formalitas? Hmmm Saya pernah melakukan keduanya, meminta maaf dengan tulus, formalitas dan tidak keduanya. *Ooppsss itu tiga dong ya hehhehe

Waktu keluar dari radio pertama, saya tidak melakukannya. Saya belum tau pentingnya permintaan maaf dan salam perpisahan itu. Karena saya pikir I’ve done my job pretty damn good! Sampai akhirnya saya dikhianati. Orang yang tadinya mendukung keputusan saya malah membicarakan saya, memandang sebelah mata dan saya dibilang kacang lupa kulit. Woowww padahal saya sudah memberikan banyak hal untuk pekerjaan saya itu. I’ve busted my ass back then. Sekarang saya bersyukur karena tidak melakukan forgiveness goodbye.

Lain cerita dengan perusahaan kedua, saya bekerja disana tiga tahun lebih. Saya merasa menjadi bagian dari keluarga, berantem kecil wajarlah namanya juga keluarga. Namun saya sadar sudah waktunya keluar dari comfort zone, beranjak ke tempat lain. Saya membuat pesan singkat berantai sebagai ucapan permintaan maaf. Ajaib, separuh dari tim saya menjawab. Selebihnya? Entahlah, yang jelas no response at all.  Lalu saya sadar, kalau mungkin saja dalam tim itu banyak yang tidak menyukai saya. Hati memang tidak bisa bohong, kali ini saya akui… Dalam permintaan maaf itu, beberapa diantaranya adalah formalitas. Alasannya mudah, dari pada esok hari ada salah satu orang yang memulai pembicaraan tentang sms permintaan maaf saya, lalu ada yang berkecil hati karena ndak dikirimi sama sekali. Kan kasian, nanti merasa disingkirkan atau diasingkan lah minimal. Kalau boleh diberi nama, maka akan dibilang permintaan maaf maintain reputasi (panjang bener yak?).

Karena sering berganti tim, saya jadi paham dan akhirnya sering melakukannya. Entah karena formalitas, tulus atau bahkan iseng sekalipun rasanya meminta maaf adalah bentuk dari kebesaran jiwa atas segala bentuk kesalahan yang pernah dibuat. Jadi…. Adil dong ya? (nink)

                                                                                                                                                                                                  

Jumat, 18 Mei 2012

Balada training penyiar #1

Samarinda - Biarlah tulisan ini dimulai dengan warna hiijau. Supaya hati lebih tenang dan bijak melihatnya. Kali ini aku ingin bercerita tentang permintaan atasan aku untuk membentuk penyiar baru. Sejujurnya ini bukan kali pertama aku lakukan, bisa jadi ini kali ke lupa, yang jelas lebih dari sepuluh.


Setiap kali "menangani" penyiar baru aku selalu membedakan mereka menjadi dua jenis, mereka yang sudah pernah siaran dan mereka yang belum pernah sama sekali. Biasanya yang sudah pernah mempunyai kemampuan komunikasi dan respon cepat dibanding yang belum. Seperti aku bilang biasanya, artinya ada juga kondisi yang luar biasa. Waktu emang ga pernah bisa bohong, karakter seseorang terbentuk dari situ. 


Aku menemukan bahwa mereka yang pernah tinggal di lebih dari satu kota semasa hidupnya mempunyai kemampuan beradaptasi lebih baik dari pada yang dari lahir sampe besar hanya di tempat yang sama. Pengalaman pribadi? YA! Aku sendiri lahir dan hidup di beberapa kota, lahir di jogja, besar di Balikpapan, Jakarta, Surabaya, Jogja (lagi), Balikpapan (lagi), Bontang, Tenggarong dan sekarang di samarinda. Walau memang kita ga bisa generalisir mereka yang pindah-pindah lebih baik dari yang ga.


Well, kali ini aku menangani penyiar yang  baru bergabung dengan radio aku di Samarinda. Dia ini unik, suaranya persis seperti yang aku mau, lantang, tegas dan centil disaat yang sama. Berkali-kali dia minta maaf karena banyak membuat kesalahan. Buat aku itu biasa, karena sebel dengan permintaan maafnya yang berulang itu aku langsung bilang. Bahwa yang diajarkan di radionya yang lama bukan semuanya salah, tapi itu adalah style yang mereka punya. AKu juga menjelaskan bahwa bukan berarti yang aku bilang adalah benar semua hanya saja ini format versi aku yang aku nilai terbaik untuk radio ini. Sama sekali bukan salah siapa-siapa karena ini soal taste. 


Sama seperti ucapan sakti seorang sahabat tercinta ABE MAXXI yang bilang " Berapa lama dan banyakpun radio yang pernah kamu innjak, jika kamu baru masuk dengan station radio baru maka kamu adalah orang baru. " (nink)

Kamis, 02 Februari 2012

Aku belajar dan bingung

Samarinda, - "Satu hal yang pasti tidak akan bisa berubah di dunia adalah perubahan itu sendiri". Agak rumit mungkin, tapi yang pasti adalah bahwa life is fun and sucks at the same time. Aku belajar kemarin bahwa menjadi berbeda memang sulit. Keberadaan aku disini adalah untuk memperbaiki supaya lebih menarik tapi tetap rapi. Hanya saja the stupid moron can't take it.


Masalah ini berawal dari teguran yang aku berikan kepada seorang karyawan lama di radio yang baru aku masuki. Dia memutar lagu yang tidak seharusnya, ga sesuai format. Maklum biasa di radio yang aturan mainnya ketat dan terskema dengan baik. Waktu aku komplain memang dia diem aja. Ehh.. Dasar apes, aku dapet laporan dari kawan yang lalin kalau si moron itu ngomongin aku ke penyiar yang lain. Kata dia, sejak keberadaan aku disini, aku seperti mau menguasai radio ini. Sungguh aneh, aku kan memang di divisi program sudah sewajarnya aku membuat raido ini lebih rapi dan baik di masa kemudian hari. Seandainya dia punya 10% dari isi kepalaku, pasti dia paham. Oops kok jadi kasar ya? Maaf..


Aturan memang menyakitkan buat orang-orang yang sudah berada di comfort zone nya. Buat aku sih ga masalah untuk menerima kritik dan masukan. Selama itu sifatnya membangun kenapa tidak? Selama kita berjiwa besar dan bisa melihat perbedaan sebagai masukan tentu akan jauh lebih bermanfaat. Tapi gimana bisa maju kalo kritikan berubah menjadi keluhan membabi buta dari salah seorang anggota, malah bikin ribet aja. 


Ya. i will admit one thing... My middle name is and alllways will be queen of complain.  Tapi aku konsekuen, walau komplain aku juga punya solusi. Aku memang dididik  begini, dan aku bangga dengan ini. Sampai sekarang juga aku masih belajar untuk mencari cara mudah untuk memahami orang lain. Aku masih belajar untu menjadi orang yang kritis dan solutif disaat yang sama. Aku menilai ini adalah bentuk toleransi yang paling maksimal aku bisa lakukan.

Senin, 23 Januari 2012

Masuk radio (lagi)

Samarinda - Ya, memang Samarinda, siapa sangka kallau aku akan terdampar di kota ini. Kota yang pali aku benci karen kesemerawutannya. Well, buat sebagian orang mungkin menyedihkan, tapi buat aku ini adalah tantangan. Berjuang di kota yang aku paling benci seumur-umur. Mari kita lihat berapa lama aku bisa bertahan disini... *walau dalam hati senyum-senyum dan bilang.. Ga bakal lama. Miris gratis sih, tapi gimana lagi...

Berawal dari chat dengan seorang sahabat yang awalnya menyapa, kok mallah nawarin kerjaan. Percaya atau tidak, disini aku dapat tanggung jawab yang lumayan besar. Karena disini aku bertanggung jawab unuk program, termasuk didallamnya untuk meng- up grade penyiar yang ada disana. Buat aku ini kesempatan luar biasa. Aku bisa tuangkan semua isi kepalaku untuk berkarya disini. Paling tidak, kemampuan aku untuk komplain dan memperbaiki. Tantangan luar biasa kan???

Investasi yang mereka beri ke aku memang luar biasa, mereka bahkan berani membayar dengan angka yang lumayan untuk ukuran radio yang masih baru berdiri selama tiga tahun. Radio ini memang diluar dari jalur, bayangin aja.. Aku harus mengolah radio berita dengan ses C. Awalnya panik karena porses kreatif hanya aku kerjakan sendiri. Tapi aku juga bangga, karena aku justru bisa idelis disini dan jadi seegois isi kepala tapi juga tetap harus realistis.

Memang peer luar biasa tapi bukan berarti tidak mungkin. I'm Proud Being Me

Selasa, 06 Desember 2011

Radio, internet dan kompetitor

 Baru aja aku dikirimin ini sama Om Herru Soleh, sungguh kepala langsung senut-senut (padahal udah ga di radio). Dari data disamping "memaksa" radio untuk lebih proaktif merangkul temen-temennya.  Sungguh ga bisa diem aja. Intinya kalo udah ngerasa nyaman.. CILAKA!

Hal-hal yang bikin kita ngerasa nyaman adalah ada di kantor yang gajinya tetep dibayar bahkan ketika pemasukan minus, fasillitas juga jawara bahkan ketika grafiknya turun. Tapi apa perah siap untuk tersentak ketika mata dibuka lebar dan.. " Hey.. There's a new world comin at ya "

Radio harus berevolusi... Dengernya ekstrim bener ye.. Mungkin bisa diganti dengan radio harus bersinergi dengan "adik-adiknya". Soscial media harus dimanfaatkan benar untuk bergerak, bukan cuma buat request lagu dan kirim salam. Tapi, LEBIH DARI ITU! Om Denny Sompie bilang, bahkan statuspun bisa dijual. Manteb ya...

Belom lagi rebutan kue iklan yang potongannya makin kecil aja. Banyak kompetitornya soalnya...Ayo cek satu-satu kalo ga percaya. ( TV, koran sama Majalah ga termasuk ya ;))


1. Billboard
Yang ini udah sering kita liat di jalan-jalan. fokusnya jelas tempat yang strategis. Kalo dilliat memang menguntuungkan ya, hitung aja berapa orang yang lewat itu jalan. Secara sadar atau tidak mereka "diracuni" iklan ini. Merubah mindset dalam dua dimensi dan tidak bergerak. Masa ini? jelas jadi pilihan perusahaan yang lagi promo atau cuma sekedar maintain brandnya.
 So... I  called it worthy



2. Kendaraan

Buat sebagian orang pastinya paling males kalo kendaraannya dipasangi atribut yang reko-reko (baca :macem-macem ). Tapi buat yang ga punya pilihan (mobil kantor maksudnya) pasti bakal fine-fine aja. Iklan di Mobil dan bis jelas ngirit coba deh.. paling bayar  buat ngecatnya aja dan itu kendaraan muter-muter fullbranding. Motifnya juga llucu-lucu. Seneng deh yang punya bus atau mobil atau bahkan motor.. dibranding juga bisa. Sebagai pengguna jalan, jujur saya juga merasa senang liat ikllan di kendaraan, kadang bisa ngilangin capek juga. kan pegel liat macet atau bete gara-gara apa gitu.. sekejap illang karena iklan yang bertebaran ini.

3. Handphone


Bukan Hpnya, tapi sms yang masuk ke kita. Itu bentuk ikllan juga kan? pernah nerima ? Pasti sering banget deh, bahkan mungkin sampe sebel hehhehe. Tapi ya itu dia yang ini juga bermanfaat lo. Tapi buat Radio, ini juga kompetitor. Ini baru tiga, tapi kepala udah senut-senut kalo mikir iklan yang udah punya  kompetitor nyata dari tiga benda ini.









4. Website



Yang suka ada di pinggir, pojok kanan atau kiri, bawah atau kanan, kadang di tengah atau yang suka bikin sebel.. Yang POPUP, tiba-tiba gitu nongol. Sebelkan? Padahal kadang ga perllu juga lo, tapi jadi menarik ketika mereka juga bikin kuis disitu. jadi lagi ladang rejeki. Aku? hohoho ya pasti ikut lah...:)







Sebenernya banyak.. Ada Social media, dinding di mall yang dijual, ikllan di bioskop sebelum film diputer, sampe iklan terselubung. Kok bisa? ya iya dong contohnya iklan ini ni



Ada yang ngerasa salah ga? Yes people... Ada urusan apa blackberry disitu? Sama sekali ga ada hubungannya sama deodoran. Masih banyak iklan terselubung ini. For those who doesnt believe it.. You can google it as much as you want. :)

Sudahkah radio bersiap dengan ini? Apakah bisa bertarung dan bukan cuma bertahan? Sukses buat kita semua.. Semoga maraknya kompetisi disikapi sebagai tantangan dan bukan HAMBATAN.

Selasa, 11 Oktober 2011

Selamat jalan Abe

Tiga puluh dua hari sudah kamu ga lagi ada sama kita, sedih rasanya. Akupun baru berani menulis tentang kamu. Satu tahun kita sama-sama be, tapi rasanya seumur hidup. Rindu sekali aku sama kamu.  Senyum itu, tawa membahana, tatap nan teduh dan cacian yang "menghidupkan" ga akan pernah lagi aku temui. Ya, karena cuma kamu yang bisa.

Buat sebagian orang, mereka mengenal kamu sebagai pribadiramah, murah senyum dan menyenangkan. Tuhan tau kalau aku ga akan merubah pandangan itu be. Buat aku, kamu adalah kakak yang terbaik yang seorang adik dan sahabat bisa dapatkan dimuka bumi.

Kamu tau kami sayang sekali dengan kamu, tangisan itu belum juga bisa kering. Betapa harapku ini semua mimpi. Belum pernah aku berkabung selama ini. Buat aklu hari-hariku tetap gelap tanpa kamu. kalo kata smash.. u know me so well deh be.;)


Apa kamu masih inget waktu termehek-mehek pertama kali nongol di tv. Aku sampe mohon kamu buat temenin aku nonton, dan klamu mau, walo sebenernya kamu juga empet ya be.. Maafin aku.

Apa kamu masih inget waktu kamu naro tulisan Rp. 1.000 diatas sepiring donat? Kirain di jual, padahal lagi tanggal tua, sempet sedih be.. eh taunya cuma km aja yang usil

Apa kamu juga inget waktu kita ke warung ibuku? U are such a lovely person.

Aku ga bsia sebut hal buruk tentang kamu, karena kamu memang ga punya itu...

Aku juga masih inget kamu punya cita2 mau jalan2 ke vietnam, naik haji dan juga km bilang kalo kamu itu benci banget sama daster. Kamu juga bilang, kelak km punya istri nanti, kamu ga mau istrimu punya daster. Kamu adalah orang yang beranggapan daster hanya untuk orang malas. Such a fun way to see the world.

Kamu juga yang bilang kalo Farah Queen... Biar kata dia masak cuma Popmie berasa bakal berasa enak banget. hahahhahaa Sumpah itu lucu Banget.

Ga kehitung kali be berapa kali kamu ngajari aku tentang hidup. Kamu juga yang buat aku lebih kritis sama orang. Kamu yang marah selalu nampak lucu buat aku. Aku kangen banget liat km pake baju yang smurf itu be.... Kalo di terusin mungkin aku ga akan pernah ikhlas dengan kepergianmu.

Selamat jalan sahabat, see you in another world

Selasa, 02 Agustus 2011

14 Hari lagi

Perpisahan memang tidak pernah mudah. Tapi bukan berarti bertahan adalah pilihan, melangkah kedepan adalah hal yang pasti. Dua minggu lagi adalah hari berakhirnya aku dengan tim ini, Persada FM. Bukan berarti meninggalkan ini semua adalah mudah. Tapi, life must go on people...

Dari tim ini aku belajar membentuk, menyatukan, bahkan aku juga membantu memecahkannya. Ya... aku bukan malaikat. Tim adalah sekelompok orang dengan kesamaan visi dan misi, jika ada yang mencoba membahayakan kepetingan tim, maka tidak ada pilihan lain kecuali mengeluarkan bagian itu (tentu setelah melalui proses mediasi). Aku belajar banyak untuk memaafkan. Bagaimana ketika kita bersatu dan ada yang berpisah bukan berarti hubungan antar personal menjadi rusak.

Kembali lagi.. Aku bukan malaikat. Ada hal yang masih mengganjal dan berada diluar akal sehatku. Kepergian Aska, adalah preseden buruk buatku. Sama sekali tidak memperkaya portfolioku, walau manager dan pimpinan membenarkan apa yang aku lakukan. Hanya saja, aku ingin semua tetap baik, ini sungguh menyulitkan. Bahkan aku masih menyalahkan diri sendiri untuk yang satu ini. Satu lagi aku belajar bahwa ternyata aku hidup di dunia dongeng. Not every stories has a happy ending.

Kebiasaanku akan ketika akan meninggalkan tim adalah memastikan tim bisa berjalan tanpa aku. Orang bialk cak cek, ini yang belum aku lihat dari mereka. Kelima orang ini akan melanjutkan apa yang pernah kami perjuangkan sebelumnya. Semoga yang aku rasa ini salah, tapi aku tidak melihat binar dimata beberapa temanku ketika bicara radio. Untung saja aku temui ceria itu disalah seorang sahabat, semoga bisa menular. Dari sini aku melihat teman-temanku akan menjadi sinergis. Mungkin yang belum terlihat adalah keberanian untuk mengungkapkan pendapat. Semoga ini tidak berlangsung lama, wajarlah... Tim ini banyak diisi orang baru. They haven't feel the chemistry.

Tiap kali aku masuk ke kamar itu, yang terlihat adalah goresan tangis, tawa, sedih, suka, duka yang pernah aku taruh disana. Prinsip seorang laeder buat aku adalah terlihat tenang ketika timnya galau, tersenyum saat timnya hilang harapan dan segera bangkitkan semangat itu kembali. Stres ya ditelen sendiri, tawa ya di bagi-bagi. Kehilangan harapan, ragu dan sedih pantang diperlihatkan.

Di waktu yang tersisa ini, aku akan jadi pribadi yang sama pada saat masuk kesini. Semoga berjalan dengan baik, lancar dan beres seperti yang aku selalu rencanakan. 



Kamis, 16 Juni 2011

Persada 1st Anniversary

  
PersadaFm, we operate on Pama distrik Jembayan Tenggarong Kaltim

Pama Baya - Ya, temen-temen.. Sampai juga kita di tahun pertama PERSADA FM - Pama Baya. Persis di  00.00 16 Juni 2010 adalah hari pertama kita onair. Please deh jangan bilang " Ga kerasa ya.." hahahaha... Pasti kerasa kali ;) Satu tahun ni, 12 Bulan, 52 Minggu atau 365 hari ! Buat yang masih kurang silahkan hitung sendiri ;)

Siaran selama 24 Jam non stop, cuaca, keseharian hingga masalah signal tidak menghalangi kita untuk terus maju dan siap buat siaran. Luar biasa semangat temen-temen, semoga ini bisa jadi moment dimana kita berkaca, betapa kerasnya industri ini dan kita survive ! 

Terimakasih untuk support dan kerja kerasnya selama ini. Only GOD knows what apa yang terjadi di radio kita tercinta. From day one hingga sekarang, airmata, senyum, cekikikan ga jelas, judes dan sinis juga tawa yang terjadi but most of all we make it through. 

Satu tahun sudah, tentu bukan berarti perjalanan berakhir disini, crew boleh gonta-ganti tapi persada selalu di hati. Banyak hal yang kita pelajari disini, dan kelak nanti akan makin banyak lagi yang akan kita temui di depan. Berawal dari sini, broadcast Indonesia akan kita dobrak kembali.

Sukses terus buat persada dan juga kita semua ;)

UTAMAKAN SAFETY SEBAGAI GAYA HIDUP KITA DAN TETAP SEMANGAT!

Minggu, 05 Juni 2011

13022011

Apa ya yang menarik dari siaran hari ini? Eh iya.. manteb-manteb bilang.. " persada listiners, semoga cuaca baik pagi ini ya etc.... " ehh baru aja tutup mic dan lihat ke jendela... ternyata sodara sodara hujan lebat!!!! Such a goblok idea to speak up like that. Bodoh pisaannnn


Tapi itu perjalanan kan?? perjalanan bodoh maksudnya.. Hehehehe tetep balik kesitu situ lagi. 

Asyiknya pagi ini, tampil maksimal dong! Pake baju baru yang dibeliin ibu (ga modal), terus pake banggle andalan, monol, segelas teh dengan satu sendok teh gula, setangkup roti bakar dadakan ala mining makes it all complete.

Internetan di ruang tamu emang wahid. Bayangin aja ni ya. Pake meja kecil, duduk di lantai sambil nikmatin signal yang empot-empotan ini. Tapi tetep dong, layaknya timur akan tetep bilang.. Alhamdulilaahh ;)  Ya memang harus di syukuri sih. Ya dari pada ga ada coba? Pilih mana?

Tumpukan koral yang lebih tinggi dari mess ini bikin nyali makin ciut aja. Seakan keberadaan aku ini kok dibuat samadengan NOL. Tapi yo wiss... selama batu itu ga ambrol sampe kamar aku kan aman aja.. hehhehe

Kamis, 09 September 2010

Dua sahabat yang pergi... Selamat jalan ya...

Pama Baya, Tenggarong - Kali ini dua sahabat yang telah habis menyelesaikan masa baktinya di Persada FM.  Sasli di sebelah kiri dan Yudha di kanan. Terimakasih atas dedikasi kalian dan persahabatan yang  masih dan akan terus kita miliki.

Selamat jalan dan sukses selalu ya.. Keep in touch... (nink)

Jumat, 30 Juli 2010

Siaran Radio Baru " PERSADA"

Pama Baya, Tenggarong - Akhirnya bisa ngeblog lagi. Bukan maksud hati untuk sok sibuk dan semacamnya. Tapi memang, lebih banyak konsen ke radio ini dulu. Hehehehhhe ( biar kebaca lebih alim dikit)

Perkara disini happy apa ga.. nyasri ga ada bedanya. Tempat ini punya aura baru buat aku. Nyaris semua hambatan yang muuncul justru dianggap tantangan. Ini namanya pribadi yang baru (walau keluhan masih suka di lontarkan ke orang tertentu). Namanya juga belajar dewasa. Boleh dong.... ;)

Hal paling menarik disini adalah sulitnya signal telpon. Konon katanya... ini baru kejadian sejak tiga bulan yang lalu. Tapi, bodo amatlah. Yang penting sekarang aku disini dan toh bisa bertahan (walau muncul rencana baru tiba-tiba). Hayo..... jangan lagi berpikir urusan cowo dulu.  Tahun ini masih soal kerja kerja kerja (ga tau ya kalo tahun depan).

Yuuukk kita balik dan fokus sama radio ini dulu... Lagian ini judulnya kan radio.. hehhehe. Radio ini masih super baru, so.. disini adalah cikal bakal seorang herning membangun tim baru. Harus diakui butuh optimisme yang lebih untuk ini. Antusias yang luar biasa dicampur dengan sedikit kesabaran memang melekat erat. Its fun, thrilling, up and down at the same time. But it's all good. Aku di support dengan tim dengan kecintaan pada radio yang begitu besar.

Ini asiknya kerja dengan orang muda, biasanya semangatnya luar biasa. Semoga bisa lebih banyak ketemu dengan orang macam begini setiap saat, sembari menunggu orang-orang baru yang akan melengkapi radio ini. Biar lebih berwarna dan menjadikan K3LH sebagai gaya hidup.. melalui media audio ini.. 105'7 Persada FM. (Nink)

Senin, 10 Mei 2010

Flash Back (satu bulan terakhir)

Balikpapan-Saatnya review kejadian selama sebulan terakhir. Empat April kemaren aku putusin buat ke kota ini. Maksud hati ya cuman buat refresh kepala. Mengingat nganggur itu ternyata ga enak. Niatnya iseng, eh... malah dapet kerja.

Ceritanya di tanggal 5, aku janjian sama Lovie dan ngobrol banyak. Tentang kejenuhan dan kreativitas yang (dikhawatirkan) buntu. Entah kemana obrolan itu mengarah dan aku mengiyakan tawaran untuk gabung di Balikpapan TV. Selang sehari aku ketemu sama atasannya dan memutuskan untuk gabung. Walau kenyataannya aku cuma berumur tiga hari saja disana ( Tolong ga usah dibahas kenapa). Kalo bahasa orang sekarang tidak satu kepala. hehehhehe

Aku tidak berpikir kemana aku akan melangkah saat itu. Pokoknya keluar aja, atas nama harga diri. Aku tidak bersedia dianggap sebagai orang yang menghiba dan butuh banget sama kerjaan. Toh aku juga bukan tipe orang yang suka hidup dalam keterpaksaaan.

Maksud hati pamit sama sahabat di hari berikutnya, eh buntutnya malahan keterima kerja di Bestfm. Aku suka disana ( siapa sih yang ga suka kerja di radio jaringan sebersar CPP). Tapi masih juga aku merasa tidak puas. Pada akhirnya aku memutuskan keluar setelah sepuluh hari mengabdi. Lha umut aku kerja kok pendek semua?

Sampai disuatu hari aku bertemu dengan Mba Didi ( temen FDR Indonesia) dan akhirnya ngobrol banyak tentang pekerjaan. Sampai akhirnya aku gabung sama radio baru ini, C-Radio ( baca: si radio). Keputusan aku kerja disini tentu bukannya tanpa dasar. Profesionalisme yang aku kejar. Aku tidak berminat hidup terombang-ambing dalam kepastian kerjasama yang sudah gagal di perjalanan karirku selama dua minggu terakhir.

Semuanya bersih, mulai dari tempat, kontraknya(walau sampe sekarang blm aku terima), perhitunganna masih masuk akal dan yang paling penting adalah fasilitas yang disediakan kantor. Pokoknya udah oke deh. Cuman yang masih perlu diasah adalah kemampuan SDMnya. Wajarlah, radio ini kan masih baru. Jadi ya wajar aja, kan masih berbenah.

Semoga bisa lama di radio ini... Paling tidak kalo toh ga bisa lama... Bisa kasih yang terbaik selama dipercaya bertugas disini.

Kamis, 25 Maret 2010

Besok hari terakhir ;)

Camp 2000, Pama Bontang - Seandainya diasosiasikan dengan lagu dangdut maka aku akan pilih judul malam terakhir. Ya, karena besok adalah siaran terakhirku dan aku akan siaran untuk terkahir kalinya di MPs FM 106'9, the miners radio station (panjang bener). Akhirnya selesai juga kontrak itu. Satu tahun bisa aku lewati, alhamdulilah. Biasanya kalau mendekati hari-hari terakhir kerja bawaannya sedih. Tapi, kok aku biasa aja ya? Justru yang aku rasa ini semua adalah normal. Wajar dan masih masuk akal. Toh, memang ini yang aku inginkan.
 
Kalau ditanya apa aku berhasil atau tidak, wah maaf aku ga bisa jawab (lagian itu yang nilai orang lain). Yang aku tahu aku cukup menikmati apa yang terjadi disini. Semua cenderung menyenangkan dan buat aku ini menarik. Aku ga lagi heran dengan kehidupan orang tambang. Buat aku ini biasa saja, sama-sama bekerja.

Agaknya satu tahun memang waktu yang pendek. Nyatanya, sama sekali tidak terasa kalau perjalananku disini ya sudah waktunya selesai.Selamat tinggal camp 2000, biar aku menikmatimu malam ini....

Senin, 22 Maret 2010

Lupakan wawancara (ketika kesabaran dipertaruhkan) Part I

Camp 2000, Pama Indo Bontang - Kejadian ini sudah lama terjadi sih. Tapi buat aku ini menggelitik. Kesombonganku benar-benar diuji. Hasilnya sudah jelas, aku memang sombong hahhahaha.


Aku rasa waktu itu Minggu kedua di November 2009. Pagi itu, dilayar hpku muncul nomor berkodekan Jakarta. Senang rasanya hatiku, karena aku memang punya banyak koneksi media disana. Pikirku melayang, aku seakan yakin kalau nomor itu adalah nomor perusahaan baru yang akan mengnaungiku. Opppssss.. Ternyata meleset, ternyata perusahaan kontraktor batubara yang beroperasi di Kutai Timur.

Suara itu terasa renyah dan ramah buatku, rasanya jarang ada staff HRD yang renyah. Inisialnya "D" ( ga usah namalah, toh blog ini aku yang punya), jelas dia perempuan. Dia menanyakan apakah aku bersedia untuk bergabung di radio milik perusahaannya. Seperti biasa, kontrak adalah perjanjian hidup. Ya aku bilang " Memang apa yang company mba tawarkan ke saya?" Lalu dengan lancar dia bicara kompensasi gaji yang akan diterima, perhitungan libur dan lain sebagainya.

Kalau dipikir, gajinya malah lebih kecil dari yang aku dapat dari radioku yang sekarang. Tapi aku tertarik dengan kebebasan yang (mungkin) mereka bisa kasih ke aku waktu itu. Saat itu aku tau, saatnya berpindah dan jadi kutu loncat. Saat hati itu sudah mantap, aku putuskan waktu wawancara. 30 Nopember adalah waktu yang tepat. Karena aku jadwalkan esok ke Surabaya, dan kami sepakat.

Akhirnya aku menghubungi seorang sahabat, dan ya... aku berangkat.

Selasa, 26 Januari 2010

Aku dan Forum Diskusi Radio


Camp 2000 Pama Bontang - Kira-kira dua tahun lalu aku goyah dan berniat untuk meninggalkan radio. Rasanya aku marah, benci dan jenuh sekali karena sampai di titik kulminasi. Mendadak lalu masuk email dari seseorang yang bernama Harley Prayudha dan mengajak aku bergabung dalam milis yang dia kelola, Praktisi Radio. Aku putuskan gabung dan mendapat nomor punggung 008 (sekarang anggotanya ada 300an).

Isinya memang orang radio yang luar biasa. Senior tempat bertanya ga pernah tuuh pelit ilmu. Selalu ada saja yang dibagi dimilis ini. Mulai dari tim kerja, materi dan koten acara hingga perangkat lunak serta keras pendukung media yang mengandalkan audio ini. Makin giat lagi aku untuk belajar.

Bukan soal umur, jabatan dan masa kerja, yang paling penting kemauan untuk terus belajar. Tak jarang kami berdebat, tapi toh tetap berasa erat. Terimakasih sahabat.

Foto ini adalah perayaan ulang tahun Forum Diskusi radio (tempat milis kami berkumpul) yang kedua. Acara ini diikuti oleh lima puluh orang dari dua puluh kota di seluruh Indonesia. Sheraton Surabaya saksinya di 5 Desember 2009. Hem... Jauh memang. Aku sudah menghabiskan dua bulan gajiku tanpa sisa. Tapi ini semua sepadan. Haram aku mengeluh.

Kebanggaanku sebagai insan radio terasa benar disini. Menemui mereka, orang-orang besar yang berada di depan dan belakang kotak siaran bernama studio. Kalau memang karirku harus berakhir di radio, aku tak sudi menyesal. Itu semua karena aku kenal mereka. Sukses terus FDRku sayang... ;)