Minggu, 05 Juni 2011

Berpikir ulang NOW!

Tentu setiap saat kita ingin menang namun kenyataannya justru berbalik arah. Terhimpit pada pilihan diam di tempat atau balik kanan. Yang paling membuat hengah adalah ketika masih berada dalam proses. Tapi ketika kita punya keinginan, maka loby -lobu politik tentu akan dilancarkan. Sementara yang paling menjengkelkan adalah berurusana dnegan orang yang keras kepala dan bergumen tanpa dasar yang kuat. Kalau sudah begini, maka aku pilih diam, tutup mata, sumpel telinga  dan maju terus. What the hell with the rest of it !!!

Manusia bekerja diatur dengan sistem (yang di buat oleh manusia itu sendiri) yang  menurut saya adalah perkemabangan dari peradaban. Masa iya aturan yang diabuat sendiri eh mau dilanggar juga. Sungguh bentuk kedewasaan  yang sempurna (nyinyir mode on). Saya juga orang yang paham benar, kadang sistem dan hati sering sekali bertolak belakang. Tapi ini bukan berarti harus dilanggar kan? Organisasi adalah sekumpulan orang dengan tujuan dan niat tertentu, sudah barang tentu ada aturan yang berlaku. Dalam pekerjaan, kita menemui banyak aturan (bahkan mungkin dianggap membelenggu) yang dibuat untuk mencapai juga produktifitas dan keteraturan. 

Manusia memang punya hati, kepala dan kata seharusnya semua bisa selaras dan bisa menempatkan diri kapan mesti berlaku. Jengah aku ini buakn tanpa dasar. Lellah rasanys dengan keinginan orang-orang yang minta diprioritaskan. Bukan aku hendak bekukan mereka, hanya ingin memberikan pembelajaran bahwa kami bukan kawan ataupun saudara, sehingga tidak ada perlunya untuk berkata dan berbuat ramah pada orang yang menyepelekan apa yang aku kerjakan.

In the end... shove your c.r.a.p into your A.S.S !!!

Yuukk donor darah ;)

Alhamdulilah.... sudah ballik donor darah lagi. Allah SWT memang Maha Membolak-balikkan hati.  Awalnya takut, aneh memang orang macam aku bisa juga takut hehehehe pada akhirnya niat mengalahkan rasa takut itu.

Ini bukan kali pertama aku ikut donor darah,dulu waktu kuliah aku juga pernah donor darah di tahun 2003. Sayangnya kegiatan itu harus berhenti karena aku sempat sakit setelah donor. Belum lagi informasi salah yang sering aku terima.  Mulai dari donor darah yang bikin gemuk, khawatir tertular karena penggunaan jarum yang tidak steril dan macam sebagainya. Bukannya mencari informasi yang benar, aku malah mundur dan mengurungkan  niatku untuk donor darah lagi. Sungguh keputusan yang aku sesali sampai sekarang.

Senin, 11 April 2011 adalah hari yang penting buat aku. Karena di hari itu aku memutuskan untuk pergi donor darah. Alasannya cukup sederhana, rindu. Ya, aku rindu donor, karena sudah lama sekali aku ingin donor dan belum terwujud lagi.

Siang itu aku berdoa, kalau memang ini terbaik untukku,  maka aku minta peda ALLAH SWT untuk memudahkan jalanku. Jika tidak, agar dipersulit saja. Ternyata makin mudah tuh, perjalanan yang tadinya panas, ternyata jadi biasa buat aku. Pusing yang dirasa dari pagi hari mendadak hilang. Langkah menjadi ringan dan Insya ALLAH ikhlas. Sepanjang perjalanan semua berasa mudah, lalu kenapa harus aku persulit hidupku? Jadi ya donor darah saja.

Tempat yang aku pilih adalah rumah sakit pupuk kaltim, bontang. Itu semua karena jaraknya yang terhitung lebih dekat dengan rumahku. Proses penganbilan darah tergolong cepat kok, cuma 20 menit (itu udah termasuk tanya-jawab rewel sama petugas PMInya hehhhehe). Buat yang masih ragu buat donor, yuk dicoba... Kalau kita sehat dan memenuhi kriteria kenapa ga dicoba? Ga semua orang bisa donor lo....

Uang ga semua orang punya, harta juga ga selamanya bisa di bagi, jabatan tentu ga akan ada pengaruhnya kalo sudah kekurangan darah. Selagi bisa, mampu dan sehat kenapa tidak mulai berbagi ? Lagian donor darah juga kita ge keluar biaya? itu semua dari Allah SWT kok. Apa salahnya kalau kita berbagi sebagai bentuk syukur atas setiap hela napas yang diberi setiap hari. Iya kan????

Selasa, 08 Februari 2011

Kamis, 14 Oktober 2010

Filosofi suguhan

Pama baya, Tenggarong - Hari ini entah apa yang di kepala, tiba-tiba teringat tulisan yang pernah aku baca beberapa tahun yang lalu.

Ini soal pria yang bertamu ke rumah perempuan yang akan dipinang...
Laki-laki ini datang ke rumah calon mertuanya, Bapak dari perempuan itu menerima dengan baik ketika dia mengutarakan niatnya. Lalu layaknya tuan rumah, dia disuguhi teh hangat.

Laki-laki renta itu terlihat tenang ketika tahu anak perempuannya dipinang sambil menatap lekat calon menantunya. Lalu raut wajahnya berubah seketika pria muda itu mengambil cangkir teh dan mengaduk gelas dan akhirnya meminum teh yang sudah didepannya. Suasana menjadi dingin dan calon mertua itu berkata.. " terimakasih atas niatan baik anda, tapi sepertinya Ananda kurang cocok untuk menjadi bagian dari keluarga kami saat ini"

Langkah penuh kecewa terasa benar dirasa oleh pria yang mendamba perempuan yang telah dia kunjungi tadi.

Tiga bulan berlalu, dan dia datang kembali. Nyaris tidak ada yang berubah, dia menggunakan baju yang sama supaya dikenali lebih mudah.

Kembali Ayah perempuan itu yang menerima niatan baiknya untuk melamar. Tak lama berselang teh datang lagi, perempuan itu menatap dengan penuh harap seakan bisa membaca apa yang terjadi selanjutnya. Teh hangat itu datang lagi dan dia dipersilahkan minum. Kali ini dia mengambil cangkir itu dan meminum tanpa menyentuh sendok yang ada disamping cangkir itu.

Si Ayah tersenyum dan berkata " Akhirnya kau melakukannya dengan benar anak muda, baiklah... Lamaranmu aku terima ".
Laki-laki muda itu tersenyum dan berkata " Rupanya bapak  mengenali saya, terimakasih ".

Adakah ini adat atau filosofi dari mengaduk minuman? Hal kecil yang sering terlupa, sering kali saat minuman disuguhkan, gulanya turun ke bagian bawah gelas, lalu kita mengaduknya. Ini diasumsikan orangtua si perempuan, jika si pelamar hanya  ingin merasakan hal yang baik atau manis saja.. Padahal di dalam kehidupan itu pasti ada rasa getir seperti halnya teh. Tapi bukan berarti rasa manis itu tiada.. Bahagia itu pasti ada dan harus ditunggu walau ada di saat yang paling akhir. (nink)