yes, lately i've been thinkin about it. How my wedding should held. All of my dream in it. I want it to be special, i want to see my mom proyd of me, smilling to me and say... this is your moment dear.
Tapi itu kan harapan, kalo dipikir-pikir dan dihitung ulang, ternyata biayanya ga sedikit hiks. Paling ga' Rp. 15.000.000 itu juga ngepres banget, itu juga udah termasuk tiket perjalanan calon suami ( soalnya dia di jakarta). Itu kalo dijadiin barang malah jadi motor lo hehehhehe ;).
Belom lagi, aku ga mau dalam pernikahan aku ada sumbangan dari manapun. Pokoknya ga mau ada yang nyumbang duit buat acara itu, bahkan dari keluarga sendiri. Yang mau nikah aku, ya aku juga yang harus bayar dan cari duitnya. Syarat berikutnya yang aku ajukan ke calon suami adalah... GA BOLEH NGUTANG !!! Abis aku udha lihat sendiri pengalaman mereka yang nikahnya gemembyar tapi malah ga bulan madu dan terbelit hutang. Buat aku itu namanya cari penyakit. Memang bukan cara mudah sih, tapi aku yakin bisa kok. Doain ya....
Kebayang aja, nikah aja ribetnya minta ampun. but somehow, i want my wedding to be private, cuma temen-temen dan keluarga dekat aja. Selain ramah budget, tapi juga bikin suasana jadi sakral. Gimana menurut kamu?
Tentang keseharian dan hal unik yang bisa kita gali lebih dalam.. kalau saja bersedia membuka hati, mata dan pikiran ;)
Rabu, 08 Juni 2011
Minggu, 05 Juni 2011
13022011
Apa ya yang menarik dari siaran hari ini? Eh iya.. manteb-manteb bilang.. " persada listiners, semoga cuaca baik pagi ini ya etc.... " ehh baru aja tutup mic dan lihat ke jendela... ternyata sodara sodara hujan lebat!!!! Such a goblok idea to speak up like that. Bodoh pisaannnn
Tapi itu perjalanan kan?? perjalanan bodoh maksudnya.. Hehehehe tetep balik kesitu situ lagi.
Asyiknya pagi ini, tampil maksimal dong! Pake baju baru yang dibeliin ibu (ga modal), terus pake banggle andalan, monol, segelas teh dengan satu sendok teh gula, setangkup roti bakar dadakan ala mining makes it all complete.
Internetan di ruang tamu emang wahid. Bayangin aja ni ya. Pake meja kecil, duduk di lantai sambil nikmatin signal yang empot-empotan ini. Tapi tetep dong, layaknya timur akan tetep bilang.. Alhamdulilaahh ;) Ya memang harus di syukuri sih. Ya dari pada ga ada coba? Pilih mana?
Tumpukan koral yang lebih tinggi dari mess ini bikin nyali makin ciut aja. Seakan keberadaan aku ini kok dibuat samadengan NOL. Tapi yo wiss... selama batu itu ga ambrol sampe kamar aku kan aman aja.. hehhehe
Berpikir ulang NOW!
Tentu setiap saat kita ingin menang namun kenyataannya justru berbalik arah. Terhimpit pada pilihan diam di tempat atau balik kanan. Yang paling membuat hengah adalah ketika masih berada dalam proses. Tapi ketika kita punya keinginan, maka loby -lobu politik tentu akan dilancarkan. Sementara yang paling menjengkelkan adalah berurusana dnegan orang yang keras kepala dan bergumen tanpa dasar yang kuat. Kalau sudah begini, maka aku pilih diam, tutup mata, sumpel telinga dan maju terus. What the hell with the rest of it !!!
Manusia bekerja diatur dengan sistem (yang di buat oleh manusia itu sendiri) yang menurut saya adalah perkemabangan dari peradaban. Masa iya aturan yang diabuat sendiri eh mau dilanggar juga. Sungguh bentuk kedewasaan yang sempurna (nyinyir mode on). Saya juga orang yang paham benar, kadang sistem dan hati sering sekali bertolak belakang. Tapi ini bukan berarti harus dilanggar kan? Organisasi adalah sekumpulan orang dengan tujuan dan niat tertentu, sudah barang tentu ada aturan yang berlaku. Dalam pekerjaan, kita menemui banyak aturan (bahkan mungkin dianggap membelenggu) yang dibuat untuk mencapai juga produktifitas dan keteraturan.
Manusia memang punya hati, kepala dan kata seharusnya semua bisa selaras dan bisa menempatkan diri kapan mesti berlaku. Jengah aku ini buakn tanpa dasar. Lellah rasanys dengan keinginan orang-orang yang minta diprioritaskan. Bukan aku hendak bekukan mereka, hanya ingin memberikan pembelajaran bahwa kami bukan kawan ataupun saudara, sehingga tidak ada perlunya untuk berkata dan berbuat ramah pada orang yang menyepelekan apa yang aku kerjakan.
In the end... shove your c.r.a.p into your A.S.S !!!
Yuukk donor darah ;)
Alhamdulilah.... sudah ballik donor darah lagi. Allah SWT memang Maha Membolak-balikkan hati. Awalnya takut, aneh memang orang macam aku bisa juga takut hehehehe pada akhirnya niat mengalahkan rasa takut itu.
Ini bukan kali pertama aku ikut donor darah,dulu waktu kuliah aku juga pernah donor darah di tahun 2003. Sayangnya kegiatan itu harus berhenti karena aku sempat sakit setelah donor. Belum lagi informasi salah yang sering aku terima. Mulai dari donor darah yang bikin gemuk, khawatir tertular karena penggunaan jarum yang tidak steril dan macam sebagainya. Bukannya mencari informasi yang benar, aku malah mundur dan mengurungkan niatku untuk donor darah lagi. Sungguh keputusan yang aku sesali sampai sekarang.
Senin, 11 April 2011 adalah hari yang penting buat aku. Karena di hari itu aku memutuskan untuk pergi donor darah. Alasannya cukup sederhana, rindu. Ya, aku rindu donor, karena sudah lama sekali aku ingin donor dan belum terwujud lagi.
Siang itu aku berdoa, kalau memang ini terbaik untukku, maka aku minta peda ALLAH SWT untuk memudahkan jalanku. Jika tidak, agar dipersulit saja. Ternyata makin mudah tuh, perjalanan yang tadinya panas, ternyata jadi biasa buat aku. Pusing yang dirasa dari pagi hari mendadak hilang. Langkah menjadi ringan dan Insya ALLAH ikhlas. Sepanjang perjalanan semua berasa mudah, lalu kenapa harus aku persulit hidupku? Jadi ya donor darah saja.
Tempat yang aku pilih adalah rumah sakit pupuk kaltim, bontang. Itu semua karena jaraknya yang terhitung lebih dekat dengan rumahku. Proses penganbilan darah tergolong cepat kok, cuma 20 menit (itu udah termasuk tanya-jawab rewel sama petugas PMInya hehhhehe). Buat yang masih ragu buat donor, yuk dicoba... Kalau kita sehat dan memenuhi kriteria kenapa ga dicoba? Ga semua orang bisa donor lo....
Uang ga semua orang punya, harta juga ga selamanya bisa di bagi, jabatan tentu ga akan ada pengaruhnya kalo sudah kekurangan darah. Selagi bisa, mampu dan sehat kenapa tidak mulai berbagi ? Lagian donor darah juga kita ge keluar biaya? itu semua dari Allah SWT kok. Apa salahnya kalau kita berbagi sebagai bentuk syukur atas setiap hela napas yang diberi setiap hari. Iya kan????
Ini bukan kali pertama aku ikut donor darah,dulu waktu kuliah aku juga pernah donor darah di tahun 2003. Sayangnya kegiatan itu harus berhenti karena aku sempat sakit setelah donor. Belum lagi informasi salah yang sering aku terima. Mulai dari donor darah yang bikin gemuk, khawatir tertular karena penggunaan jarum yang tidak steril dan macam sebagainya. Bukannya mencari informasi yang benar, aku malah mundur dan mengurungkan niatku untuk donor darah lagi. Sungguh keputusan yang aku sesali sampai sekarang.
Senin, 11 April 2011 adalah hari yang penting buat aku. Karena di hari itu aku memutuskan untuk pergi donor darah. Alasannya cukup sederhana, rindu. Ya, aku rindu donor, karena sudah lama sekali aku ingin donor dan belum terwujud lagi.
Siang itu aku berdoa, kalau memang ini terbaik untukku, maka aku minta peda ALLAH SWT untuk memudahkan jalanku. Jika tidak, agar dipersulit saja. Ternyata makin mudah tuh, perjalanan yang tadinya panas, ternyata jadi biasa buat aku. Pusing yang dirasa dari pagi hari mendadak hilang. Langkah menjadi ringan dan Insya ALLAH ikhlas. Sepanjang perjalanan semua berasa mudah, lalu kenapa harus aku persulit hidupku? Jadi ya donor darah saja.
Tempat yang aku pilih adalah rumah sakit pupuk kaltim, bontang. Itu semua karena jaraknya yang terhitung lebih dekat dengan rumahku. Proses penganbilan darah tergolong cepat kok, cuma 20 menit (itu udah termasuk tanya-jawab rewel sama petugas PMInya hehhhehe). Buat yang masih ragu buat donor, yuk dicoba... Kalau kita sehat dan memenuhi kriteria kenapa ga dicoba? Ga semua orang bisa donor lo....
Uang ga semua orang punya, harta juga ga selamanya bisa di bagi, jabatan tentu ga akan ada pengaruhnya kalo sudah kekurangan darah. Selagi bisa, mampu dan sehat kenapa tidak mulai berbagi ? Lagian donor darah juga kita ge keluar biaya? itu semua dari Allah SWT kok. Apa salahnya kalau kita berbagi sebagai bentuk syukur atas setiap hela napas yang diberi setiap hari. Iya kan????
Langganan:
Postingan (Atom)

