Senin, 05 Desember 2011

Stuck cant strike...

Rasanya hati ini mau meledak, sedih, kecewa, tapi juga bingung mau bersyukur atau terbenam. Ga tau ya, kenapa masallah yang datang selalu sama. Luar biasa rasanya mau ngamuk, tapi setelah dipikir-pikir... dalam rangka apa coba? Masuk dalam belengu kebodohan yang aku buat sendiri.

I have quit my job. Damn its the best thing happened to me, coz i get my life back. Jam tidur mulai normal, wallau kadang suka kebangun tiap tengah malem awalany ( gila bo.. 2 tahun berturut-turut  aku kerja shift). Insya Allah semua juga akan makin baik lagi.. Amin

Rencana yang dibuat jumlahnya juga main banyak, saking banyaknya  kepala mulai senut-senuuttt. Ternya sampai 3 bualn berlallu belum juga bisa cespleng. Gimana ga? Ternyata semuanya buyar... Rencana untuk bergabung dan berkarya di kota ini malah berbuah kecewa. Temen-temen yang dulunya aku perhatiin dan bantu, sekarang bahkan keberadaanku disini juga ga dicari. Aku ga akan diem ya.... Aku pasti balas kallian dan perlakuan kalian ke aku. Memang mereka ga merendahkan, tapi ga ada waktu aku butuh adalah pengkhianatan terbesar dalam persahabatan. Im so sick and tired being treated like this, i feel like three days garbage. Damn it sucks!

Harus diakui bahwa aku bukan pemaaf, aku ga akan pernah puas sampe mereka kapok dan merangkak nantinya. Liat aja siapa yang bakal ketawa bellakangan, tapi nanti aku akan pilih senyum.. ya.. aku pilih senyum nyinyir. Tapi disisi lain aku juga bersyukur karena ga perlu ketemu sama mereka lagi. 

Malem ini pun, aku abis berantem sama pacarku sendiri. Cocoklah cara aku menutup hari ini. Sungguh the last thing i wanna do. Dia dan aku memang harus berpikir panjang soal cara kami berpikir supaya bisa menyatu. Tapi kok rasanya, aku yang kesulitan ya? Not that i dont love him, just that i hate to be the one that wating him to make a move. Dia adalah orang yang berpikir GIMANA NANTI.. sementara aku... NANTI GIMANA???

Agaknya memang kami harus saling belajar memahami satu sama lain lebih baik lagi. I love you hubby

Selasa, 11 Oktober 2011

Selamat jalan Abe

Tiga puluh dua hari sudah kamu ga lagi ada sama kita, sedih rasanya. Akupun baru berani menulis tentang kamu. Satu tahun kita sama-sama be, tapi rasanya seumur hidup. Rindu sekali aku sama kamu.  Senyum itu, tawa membahana, tatap nan teduh dan cacian yang "menghidupkan" ga akan pernah lagi aku temui. Ya, karena cuma kamu yang bisa.

Buat sebagian orang, mereka mengenal kamu sebagai pribadiramah, murah senyum dan menyenangkan. Tuhan tau kalau aku ga akan merubah pandangan itu be. Buat aku, kamu adalah kakak yang terbaik yang seorang adik dan sahabat bisa dapatkan dimuka bumi.

Kamu tau kami sayang sekali dengan kamu, tangisan itu belum juga bisa kering. Betapa harapku ini semua mimpi. Belum pernah aku berkabung selama ini. Buat aklu hari-hariku tetap gelap tanpa kamu. kalo kata smash.. u know me so well deh be.;)


Apa kamu masih inget waktu termehek-mehek pertama kali nongol di tv. Aku sampe mohon kamu buat temenin aku nonton, dan klamu mau, walo sebenernya kamu juga empet ya be.. Maafin aku.

Apa kamu masih inget waktu kamu naro tulisan Rp. 1.000 diatas sepiring donat? Kirain di jual, padahal lagi tanggal tua, sempet sedih be.. eh taunya cuma km aja yang usil

Apa kamu juga inget waktu kita ke warung ibuku? U are such a lovely person.

Aku ga bsia sebut hal buruk tentang kamu, karena kamu memang ga punya itu...

Aku juga masih inget kamu punya cita2 mau jalan2 ke vietnam, naik haji dan juga km bilang kalo kamu itu benci banget sama daster. Kamu juga bilang, kelak km punya istri nanti, kamu ga mau istrimu punya daster. Kamu adalah orang yang beranggapan daster hanya untuk orang malas. Such a fun way to see the world.

Kamu juga yang bilang kalo Farah Queen... Biar kata dia masak cuma Popmie berasa bakal berasa enak banget. hahahhahaa Sumpah itu lucu Banget.

Ga kehitung kali be berapa kali kamu ngajari aku tentang hidup. Kamu juga yang buat aku lebih kritis sama orang. Kamu yang marah selalu nampak lucu buat aku. Aku kangen banget liat km pake baju yang smurf itu be.... Kalo di terusin mungkin aku ga akan pernah ikhlas dengan kepergianmu.

Selamat jalan sahabat, see you in another world

Senin, 10 Oktober 2011

(masih) Ga habis mikir

Lama ga ngeblog karena bingung, mulai ngeblog malah karena marah. Dunia itu ga adil banget, saat kita berbuat baik untuk kebaikan bersama, balasannya bellum tentu berbalik indah. Rasanya seperti di khianati. Memang bukan pada porsinya aku marah, tapi berpikir untuk terus menunjukan yang terbaik juga membuat aku berpikir panjang.

Saat aku tau kalau aku tidak diterima dengan baik oleh teman-temanku rasanya memang sakit. Mungkinkah aku dianggap sampah? Aku sama sekali tidak ada niatan untuk memberatkan. Kenapa yang rasanya welcoming ternyata jauuhh dari itu semua. Aku bahkan sampai sumpah sumpah kalau aku masuk radio (lagi) ingin rasanya aku buat mereka malu dan jatuh-sejatuh2nya.

Belum selesai ini, ternyata cowo gw juga ngalamin hal yang sama. Bedanya dia tegar, lebih bijak dan sabar. Dia anggap itu biasa, padahal jelas2 dia diperlakukan dengan sangat timpang. Latihan dua tahun intensif hancur karena keputusan parapihak. Anehnya, ga ada yang bela dia. Kemana coba temen-temen yang dibela selama ini? Orang-ornag itu hanya diam, buat mereka yang penting posisinya aman.Sama seperti teman-temanku.

Orang-orang dengan tampang bersahabat tapi berhati dan pikiran bangsat!!! Mengeluh memang bukan saatnya, tapi berdiam diri juga bukan masanya. Balas dendam... Pasti aku llakukan. Aku akan buat mereka malu, tertunduk dan diam seribu bahasa suatu saat nanti. Benci sekali aku dengan penghianatan, mana persabahatan yang di agung-agungkan?

Pada akhirnya, adil buat mereka adalah.... KETIKA SITUASI MENJADI MENGUNTUNGKAN BUAT MEREKA

Rabu, 21 September 2011

donor darah ke 2

Bontang,- Kemarin bukan kali pertama aku donor, tapi ada yang beda. 

Kemarin siang panasnya luar biasa, tiap langkah yang aku buat bernada enggan. beberapa kali hati ini berubah niatan dan entah kenapa, aku putuskan ke rumah sakit. Waktunya donor darah (lagi). Dua orang laki-laki setengah baya sudah menunggu di depan pintu unit pelayanan darah RS. Pupuk Kaltim. Aku senyum dan .. "Permisi pak," dengan sopan mereka memperbolehkan aku masuk. Aku lihat lelaki paruh baya sedang mendonorkan darahnya, aku.. senyum lagi.

Di papan putih itu tertulis, B=0, AB=0 dan O = 0. Sempat kaget dan aku berdoa, semoga tidak ada yang akan membutuhkan darah dengan golongan itu karena memang sedang kosong. Biarlah stoknya kosong dan tidak dibutuhkan karena semua orang sehat adanya. Lamunanku buyar seketika saat seorang petugas menyapa dan bertanya, " Ada yang bisa dibantu mba?" Sontak aku jawab " Oh ga, saya mau donor lagi tante, itu juga kalo ga merepotkan " Dia tersenyum balik dan meminta aku mengisi formulir donor.

Tiba saatnya aku.. Petugas medis langsung tanya, "Biasanya di kanan atau kiri mba?" Aku langsung menyodorkan lengan kananku. Lalu dia mencari nadiku dan, aku palingkan kepalaku kearah sebaliknya sambil tutup mata. Lallu aku dengar suara orang tertawa tertahan. Ternyata mereka adalah pedonor yang ada disebelahklu, dan lelaki yang tadi ada di luar ruangan tadi. Sebenarnya kemarin adalah donor darah ketiga buatku, aku masih takut jarum lo. Hehehhe, bukan prestasi ya? 28 tahun dan masih takut jarum suntik.

Pak Midjan, nama laki-laki itu setelah puas tersenyum dia bertanya " Darahnya apa Mba?" Akupun menjawab " saya B pak". Lalu dia tersenyum bahagia dan berkata kepada rekannya " berarti cukup dong ya?" lalu rekannya menambahkan " Mba, boleh ga darahnya mba ini kami bawa nanti ?" 
Petugasnya senyum dan menjawab, "bisa pak, tapi kami periksa dulu ya."  Dalam hati aku berharap, semoga darahnya bisa diolah cepat dan digunakan oleh yang membutuhkan.

Selesai juga akhirnya nasib jarum itu di tubuhku, saatnya keluar dan pulang. setelah mengambil obat penambah darah dari PMI aku keluar ruangan. Lalu laki-laki yang tadi di ruangan bersamaku menhampiri dan bilang, " untung mba dateng dan donor. Saya udah dari jam 12 mba nunggu darah mba. Saya perlu dua kantong darah, yang satu kan tadi udah donor. Ini untuk orang yang sedang kena sakit ginjal (cuci darah). Yang disebelah mba. Akhirnya mba dateng . Untung aja, jadi saya bisa pulang." 

Aku senyum aja dan bersyukur atas semua yang Allah SWT beri dihari itu. Aku diberi keraguan untuk pulang. Kakiku dilangkahkan mantab ke RS, padahal tadinya malasnya bukan main. Alhamdulilah aku diberi kesempatan untuk berbagi kemarin. 

Semoga cepat sembuh ya Bapak/ Ibu pasien (saya tidak mengenal anda), semoga bermanfaat .. Yang belom donor, ayo segera.. Mari berbagi selagi bisa. Insya Allah bisa jadi ladang pahala buat kita semua. Amin