Biasanya aku adalah orang yang gampang memaafkan orang lain.
Biasanya aku adalah orang yang dengan mudah mentolerir perbedaan.
Biasanya aku adalah orang yang menerima orang baru dengan tangan terbuka.
Biasanya aku adalah orang dapat melihat berbagai kebaikan bahkan dalam keadaan tersudut.
Tapi sekarang aku sadar, ada " BIAS " di " BIASANYA"
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Tentang keseharian dan hal unik yang bisa kita gali lebih dalam.. kalau saja bersedia membuka hati, mata dan pikiran ;)
Selasa, 07 Mei 2013
Another drama
Jogja - Dalam hidup ( ah.. terlalu berat ngomong hidup, kita ganti dengan keseharian aja ), sering kali kita ingin bahagia tapi kehabisan alasan. Wah kalau itu namanya memang ga bahagia... Kata orang-orang yang suka motivasi itu bilang bahagia adalah pilihan. Bisa jadi itu benar, tapi bagaimana bisa bahagia kalau keadaan tidak memungkinkan. Aku akan bilang itu menerima keadaan, pasrah! Bahagia saat susah adalah merasakan pasrah dengan perasaan yang tenang, santai, sedih, meringis terbelalak dan seterusnya.
Aku sendiri kalau menghadapinya ga bisa tuh merasa bahagia dalam kesulitan. Ougghh come on... Kalau ada kesulitan itu yang harus dicari kan solusi. Bukan melakukan selebrasi atas suatu kejadian. Aku pilih marah dalam kesulitan. Kenapa?
Aku lebih mudah berpikir ketika dalam tekanan. Buat aku itu justru memudahkan aku untuk berpikir. Lalu bagaimana dengan kamu?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Aku sendiri kalau menghadapinya ga bisa tuh merasa bahagia dalam kesulitan. Ougghh come on... Kalau ada kesulitan itu yang harus dicari kan solusi. Bukan melakukan selebrasi atas suatu kejadian. Aku pilih marah dalam kesulitan. Kenapa?
Aku lebih mudah berpikir ketika dalam tekanan. Buat aku itu justru memudahkan aku untuk berpikir. Lalu bagaimana dengan kamu?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Selasa, 16 April 2013
Keluarga baru melekat padaku..
Jogja - Kurang lebih sudah empat bulan aku menjadi istri, banyak hal menarik yang ingin aku bagi. Namun kali ini tentang menjadi anggota keluarga baru saja. Aku sama sekali tidak pernah menyangka sedekat ini dengan keluarga suamiku. Alhamdulilah perjuangan kami berbuah manis.
Abang adalah suami yang luar biasa baik, dia memberikan aku ruang seluas-luasnya untuk berinteraksi dengan keluarganya. Bahkan aku bisa bicara hati ke hati dengan Mbah Putri. Ya... Hebat ya? Suamiku, di usianya yang saat ini 39 tahun masih diberkahi seorang nenek.
Adik-adik sepupunya pun adalah orang yang luar biasa pandai. Terlihat dari cara mereka berbicara, berpikir dan bertindak. Aku ingin kelak anakku memiliki kualitas yang sama baik dengan om dan tantenya. Mereka ada buatku bahkan ketika aku merasa aku kuat dan tak mampu.
Akhirnya aku bisa dapat pernikahan yang aku mau. Dimana aku menikah bukan hanya dengan laki-laki pujaan hatiku, tapi juga dengan keluarganya yang luar biasa.
Abang adalah suami yang luar biasa baik, dia memberikan aku ruang seluas-luasnya untuk berinteraksi dengan keluarganya. Bahkan aku bisa bicara hati ke hati dengan Mbah Putri. Ya... Hebat ya? Suamiku, di usianya yang saat ini 39 tahun masih diberkahi seorang nenek.
Adik-adik sepupunya pun adalah orang yang luar biasa pandai. Terlihat dari cara mereka berbicara, berpikir dan bertindak. Aku ingin kelak anakku memiliki kualitas yang sama baik dengan om dan tantenya. Mereka ada buatku bahkan ketika aku merasa aku kuat dan tak mampu.
Akhirnya aku bisa dapat pernikahan yang aku mau. Dimana aku menikah bukan hanya dengan laki-laki pujaan hatiku, tapi juga dengan keluarganya yang luar biasa.
Satu minggu terlama
Jogja - Ditinggal suami dalam perjalanan pertamanya setelah kami menikah di 8 Desember kemarin memang benar-benar menguras energi. Bukan karena harus bersih-bersih rumah sendiri tapi karena rasa lelah tak bisa berbagi. Teman? Ohh tentu beda rasanya.
Aku rindu bau asap rokok yang kerap membuat pertengkaran diantara kami.
Aku rindu celana pendek butut milik dia yang aku benci setengah mati..
Aku rindu cara dia mengejekku dan tersenyum manja...
Rindu ini akan terbayar dalam hitungan jam. Dia berjanji akan pulang, kepadaku.
Aku rindu bau asap rokok yang kerap membuat pertengkaran diantara kami.
Aku rindu celana pendek butut milik dia yang aku benci setengah mati..
Aku rindu cara dia mengejekku dan tersenyum manja...
Rindu ini akan terbayar dalam hitungan jam. Dia berjanji akan pulang, kepadaku.
Langganan:
Postingan (Atom)