Senin, 08 Juni 2015

mereka yang merasa pintar

Jogja-bagaimana masyarakat menilai itu memang bukan hal yang terlalu penting buat aku. Hanya saja ini akan berpeNaruh pada bagaimana aku akan memperlakukan mereka dikemudian hari.

Keputusan untuk kembali bekerja sudah cukup membuat kontroversi. Meninggalkan anak ya g masih satu tahun di rumah untuk ditinggal soedharmono kejam. Memutuskan untuk menitipkan kesan di day care juga tindakan yang tidak kalah keji.

Aku hanya mencoba melihat dari sudut pemandangan saja. Lebih baik anak dititipkan di day care yang terpercaya ketimbang dirumah tapi dicubit atau dimarahi setiap hari,

Jumat, 30 Januari 2015

Sabar itu seberapa?

Bontang - Orang sering bilang "pulang", tapi sebenarnya pulang itu kemana? Hakikinya memang kepada sang pemilik kehidupan, sayang kita belum bicara sejauh itu.

Waktu aku pulang ke kota ini, semua masih sama, perubahan tak terlalu terasa. Aku kembali setelah hampir dua tahun pergi. Pertama aku berpikir bahwa ini adalah pulang. Tapi aku salah, ini adalah berkunjung. Rumahku? ya bersama suamiku.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Minggu, 21 Desember 2014

Berdiri di satu kaki tanpa berganti hati.

Jakarta - Aku menghitung dengan cermat mana-manaP bagian yang bisa aku rekam dengan baik. Mana pula tempat yang bisa aku gunakan sebagai tempat berpijak kini dan nanti
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Jumat, 07 November 2014

Perjuangan ASI Ekslusifku

Jogja - Keinginan untuk memberi ASI eksklusif 6 bulan kepada Keenan Insya Allah terwujud dua hari lagi. Kenapa? Ya karena dua hari lagi Kee masuk 6 bulan :)

Mereka bilang, " Enak ya ASInya banyak" atau " Namanya anak orang ya harus ASI, bukan sufor atau sapi". Idiiihhh menyakitkan tau.... Jangan gitu ah, bersyukur yang bisa kasih asi full, yang tidak bisa kan bukan berarti salah sama sekali.

Kembali ke kisah ASIku, belajar memerah asi dengan tangan aku lakukan sejak Keenan berusian 3 bulan. Waktu itu alasannya simple, aku mau potong rambut. Hehehe ga mau ah bawa Kee ke salon. Awalnya susah banget, sampe frustasi apa pake pompa asi aja. Tapi beli juga sayang, harganya kan 300rban, mending buat yang lain. Ternyata masalah terbesarnya bukan itu. Produksi ASI itu fluktuatif, kadang banyak dan ga jarang sedikit. Selidik punya selidik itu karena kesalahan aku sendiri. Makan ga teratur dan stress.

Sejak sebulan yang lalu akhirnya pakai unimom, hasil minjem dari sepupu. Awalnya frustasi pake breast pump. Dikepalaku, kl pake BP bakal ngalir kaya keran air, ternyata ga. Ya sama aja kaya merah asi manual. Emosi, jadinya makin sedikit deh dapetnya. Masak 1 jam cuma 50 Ml. Kebangetan ga tuh???
Karena masih jengkeln sempet tuh empat hari ga merah asi dan akhirnya kembali semangat nyetok asi. Alhamdulilah 75ml dalam 30 menit. Lumayaaannn.

Perjuangan ASI ekslusif hampir selesai, tapi setelahnya aku bertekad sampai Keenan DUA tahun harus tetap ASI. Semangat para Busui... Insya Allah kita bisa :)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!