Selasa, 10 April 2018

Being a working prego

Jogja- Yess, i got pregnant an yet working as well. Ternyata hamil itu ga mudah, padahal udah pernah. Kata orang yang kedua bakal mudah. Jangan percaya! Buktinya aku ga, heu heu.

Hamil kemarin bener-bener perjuangan, bolak-balik muntah, badan cepet capek dan lain lain. Kehamilan kedua aku sangat mengejutkan, gimana ga? Wong aku ga planning. Melihat garis dua di testpack aja aku nangis. Buka apa-apa, aku ngerasa Keenan masih kecil, perlu perhatian lebih lagi mana saat itu dia perlu banyak stimulasi untuk memperkaya kosakatanya. Belum lagi soal finansial dan embel-embel lain.

Nasib baik aku dapet temen-temen yang bantuin. Rejekinya dedek memang banyak, mulai dari dipindah ke team outbound call, jadi best agent sampe dapet kemudahan istirahat ekstra.

Aku merasa ibu bekerja sesungguhnya, pulang kerja capek lanjut main sama Mas keenan. Wooww aku juga heran tenaga dari mana aku bisa lewati masa-masa berat itu.

Allah Maha Baik, aku bisa lewati saat-saat itu. (Ning)

Welcome back for ME

Jogja - Lama banget ga nulis, aku sampai lupa rasanya. Aku mulai sibuk dengan kewajibanku, sampai aku lupa menjadi aku.

Alhamdulilah sekarang sudah jadi ibu dari dua anak sehat, cerdas, ganteng dan insyaallah sholeh. Sekembalinya aku dari pertapaan panjang, banyak cerita yang ingin aku bagi.

Beberapa jam yang lalu aku baru tahu kalau ternyata mau menulis blog itu bisa lewat aplikasi. Yes, saya setertinggal itu, rasanya pengen nampar pipi sendiri (mulaiiii drama).

Oke, mari mulai mengejar masa. Tahun 2017 kemarin benar-benar tahun pendewasaan diri (umur dah 34 masih kurang dewasa juga??? Hei! Dewasa got nothing to do with age ya). Mulai dari hamil lagi, desperado jadi ibu (more on that later ya), jadi ibu dua anak, konflik batin jadi anak hahha semua tumpek blek kata orang jawa. Bagaimanapun, perjalanan yang menarik terbentang luas sekarang. (Ning)

Senin, 29 Mei 2017

Blood is (should be)thicker than water

Jogja - Ketika sudah menikah, bisa dipastikan akan ada perubahan bagi setiap individu. Tiap-tiap pasangan akan terus berusaha untuk menyelaraskan atau bahkan meningkatkan kualitas diri dan hubungan mereka. Aku menilai itu adalah sangat wajar. Karena akupun begitu adanya.

Lalu bagaimana hubungan individu tersebut kepda keluargnya ?  Nah, ini beda-beda jawabnya. Bisa membaik atau justru menjauh. Lalu pihak keluarga yang paham akan menjauh, mereka akan memberi "ruang".

Aku masih belum bisa menjauh dengan keluargaku dan keluarga suami.we are a family couple. Sedih rasanya kalau tertinggal satu berita dari mereka. Family is sharing not shrinking.

Senin, 08 Juni 2015

mereka yang merasa pintar

Jogja-bagaimana masyarakat menilai itu memang bukan hal yang terlalu penting buat aku. Hanya saja ini akan berpeNaruh pada bagaimana aku akan memperlakukan mereka dikemudian hari.

Keputusan untuk kembali bekerja sudah cukup membuat kontroversi. Meninggalkan anak ya g masih satu tahun di rumah untuk ditinggal soedharmono kejam. Memutuskan untuk menitipkan kesan di day care juga tindakan yang tidak kalah keji.

Aku hanya mencoba melihat dari sudut pemandangan saja. Lebih baik anak dititipkan di day care yang terpercaya ketimbang dirumah tapi dicubit atau dimarahi setiap hari,