Tiga puluh dua hari sudah kamu ga lagi ada sama kita, sedih rasanya. Akupun baru berani menulis tentang kamu. Satu tahun kita sama-sama be, tapi rasanya seumur hidup. Rindu sekali aku sama kamu. Senyum itu, tawa membahana, tatap nan teduh dan cacian yang "menghidupkan" ga akan pernah lagi aku temui. Ya, karena cuma kamu yang bisa.
Buat sebagian orang, mereka mengenal kamu sebagai pribadiramah, murah senyum dan menyenangkan. Tuhan tau kalau aku ga akan merubah pandangan itu be. Buat aku, kamu adalah kakak yang terbaik yang seorang adik dan sahabat bisa dapatkan dimuka bumi.
Kamu tau kami sayang sekali dengan kamu, tangisan itu belum juga bisa kering. Betapa harapku ini semua mimpi. Belum pernah aku berkabung selama ini. Buat aklu hari-hariku tetap gelap tanpa kamu. kalo kata smash.. u know me so well deh be.;)
Apa kamu masih inget waktu termehek-mehek pertama kali nongol di tv. Aku sampe mohon kamu buat temenin aku nonton, dan klamu mau, walo sebenernya kamu juga empet ya be.. Maafin aku.
Apa kamu masih inget waktu kamu naro tulisan Rp. 1.000 diatas sepiring donat? Kirain di jual, padahal lagi tanggal tua, sempet sedih be.. eh taunya cuma km aja yang usil
Apa kamu juga inget waktu kita ke warung ibuku? U are such a lovely person.
Aku ga bsia sebut hal buruk tentang kamu, karena kamu memang ga punya itu...
Aku juga masih inget kamu punya cita2 mau jalan2 ke vietnam, naik haji dan juga km bilang kalo kamu itu benci banget sama daster. Kamu juga bilang, kelak km punya istri nanti, kamu ga mau istrimu punya daster. Kamu adalah orang yang beranggapan daster hanya untuk orang malas. Such a fun way to see the world.
Kamu juga yang bilang kalo Farah Queen... Biar kata dia masak cuma Popmie berasa bakal berasa enak banget. hahahhahaa Sumpah itu lucu Banget.
Ga kehitung kali be berapa kali kamu ngajari aku tentang hidup. Kamu juga yang buat aku lebih kritis sama orang. Kamu yang marah selalu nampak lucu buat aku. Aku kangen banget liat km pake baju yang smurf itu be.... Kalo di terusin mungkin aku ga akan pernah ikhlas dengan kepergianmu.
Selamat jalan sahabat, see you in another world
Tentang keseharian dan hal unik yang bisa kita gali lebih dalam.. kalau saja bersedia membuka hati, mata dan pikiran ;)
Selasa, 11 Oktober 2011
Senin, 10 Oktober 2011
(masih) Ga habis mikir
Lama ga ngeblog karena bingung, mulai ngeblog malah karena marah. Dunia itu ga adil banget, saat kita berbuat baik untuk kebaikan bersama, balasannya bellum tentu berbalik indah. Rasanya seperti di khianati. Memang bukan pada porsinya aku marah, tapi berpikir untuk terus menunjukan yang terbaik juga membuat aku berpikir panjang.
Saat aku tau kalau aku tidak diterima dengan baik oleh teman-temanku rasanya memang sakit. Mungkinkah aku dianggap sampah? Aku sama sekali tidak ada niatan untuk memberatkan. Kenapa yang rasanya welcoming ternyata jauuhh dari itu semua. Aku bahkan sampai sumpah sumpah kalau aku masuk radio (lagi) ingin rasanya aku buat mereka malu dan jatuh-sejatuh2nya.
Belum selesai ini, ternyata cowo gw juga ngalamin hal yang sama. Bedanya dia tegar, lebih bijak dan sabar. Dia anggap itu biasa, padahal jelas2 dia diperlakukan dengan sangat timpang. Latihan dua tahun intensif hancur karena keputusan parapihak. Anehnya, ga ada yang bela dia. Kemana coba temen-temen yang dibela selama ini? Orang-ornag itu hanya diam, buat mereka yang penting posisinya aman.Sama seperti teman-temanku.
Orang-orang dengan tampang bersahabat tapi berhati dan pikiran bangsat!!! Mengeluh memang bukan saatnya, tapi berdiam diri juga bukan masanya. Balas dendam... Pasti aku llakukan. Aku akan buat mereka malu, tertunduk dan diam seribu bahasa suatu saat nanti. Benci sekali aku dengan penghianatan, mana persabahatan yang di agung-agungkan?
Pada akhirnya, adil buat mereka adalah.... KETIKA SITUASI MENJADI MENGUNTUNGKAN BUAT MEREKA
Saat aku tau kalau aku tidak diterima dengan baik oleh teman-temanku rasanya memang sakit. Mungkinkah aku dianggap sampah? Aku sama sekali tidak ada niatan untuk memberatkan. Kenapa yang rasanya welcoming ternyata jauuhh dari itu semua. Aku bahkan sampai sumpah sumpah kalau aku masuk radio (lagi) ingin rasanya aku buat mereka malu dan jatuh-sejatuh2nya.
Belum selesai ini, ternyata cowo gw juga ngalamin hal yang sama. Bedanya dia tegar, lebih bijak dan sabar. Dia anggap itu biasa, padahal jelas2 dia diperlakukan dengan sangat timpang. Latihan dua tahun intensif hancur karena keputusan parapihak. Anehnya, ga ada yang bela dia. Kemana coba temen-temen yang dibela selama ini? Orang-ornag itu hanya diam, buat mereka yang penting posisinya aman.Sama seperti teman-temanku.
Orang-orang dengan tampang bersahabat tapi berhati dan pikiran bangsat!!! Mengeluh memang bukan saatnya, tapi berdiam diri juga bukan masanya. Balas dendam... Pasti aku llakukan. Aku akan buat mereka malu, tertunduk dan diam seribu bahasa suatu saat nanti. Benci sekali aku dengan penghianatan, mana persabahatan yang di agung-agungkan?
Pada akhirnya, adil buat mereka adalah.... KETIKA SITUASI MENJADI MENGUNTUNGKAN BUAT MEREKA
Rabu, 21 September 2011
donor darah ke 2
Bontang,- Kemarin bukan kali
pertama aku donor, tapi ada yang beda.
Kemarin siang panasnya luar
biasa, tiap langkah yang aku buat bernada enggan. beberapa kali hati ini
berubah niatan dan entah kenapa, aku putuskan ke rumah sakit. Waktunya donor
darah (lagi). Dua orang laki-laki setengah baya sudah menunggu di depan pintu
unit pelayanan darah RS. Pupuk Kaltim. Aku senyum dan .. "Permisi
pak," dengan sopan mereka memperbolehkan aku masuk. Aku lihat lelaki paruh
baya sedang mendonorkan darahnya, aku.. senyum lagi.
Di papan putih itu tertulis, B=0,
AB=0 dan O = 0. Sempat kaget dan aku berdoa, semoga tidak ada yang akan
membutuhkan darah dengan golongan itu karena memang sedang kosong. Biarlah
stoknya kosong dan tidak dibutuhkan karena semua orang sehat adanya. Lamunanku
buyar seketika saat seorang petugas menyapa dan bertanya, " Ada yang bisa
dibantu mba?" Sontak aku jawab " Oh ga, saya mau donor lagi tante,
itu juga kalo ga merepotkan " Dia tersenyum balik dan meminta aku mengisi
formulir donor.
Tiba saatnya aku.. Petugas medis
langsung tanya, "Biasanya di kanan atau kiri mba?" Aku langsung
menyodorkan lengan kananku. Lalu dia mencari nadiku dan, aku palingkan kepalaku
kearah sebaliknya sambil tutup mata. Lallu aku dengar suara orang tertawa tertahan.
Ternyata mereka adalah pedonor yang ada disebelahklu, dan lelaki yang tadi ada
di luar ruangan tadi. Sebenarnya kemarin adalah donor darah ketiga buatku, aku
masih takut jarum lo. Hehehhe, bukan prestasi ya? 28 tahun dan masih takut
jarum suntik.
Pak Midjan, nama laki-laki itu
setelah puas tersenyum dia bertanya " Darahnya apa Mba?" Akupun
menjawab " saya B pak". Lalu dia tersenyum bahagia dan berkata kepada
rekannya " berarti cukup dong ya?" lalu rekannya menambahkan "
Mba, boleh ga darahnya mba ini kami bawa nanti ?"
Petugasnya senyum dan menjawab,
"bisa pak, tapi kami periksa dulu ya." Dalam hati aku berharap,
semoga darahnya bisa diolah cepat dan digunakan oleh yang membutuhkan.
Selesai juga akhirnya nasib jarum
itu di tubuhku, saatnya keluar dan pulang. setelah mengambil obat penambah
darah dari PMI aku keluar ruangan. Lalu laki-laki yang tadi di ruangan
bersamaku menhampiri dan bilang, " untung mba dateng dan donor. Saya udah
dari jam 12 mba nunggu darah mba. Saya perlu dua kantong darah, yang satu kan tadi
udah donor. Ini untuk orang yang sedang kena sakit ginjal (cuci darah). Yang
disebelah mba. Akhirnya mba dateng . Untung aja, jadi saya bisa
pulang."
Aku senyum aja dan bersyukur atas
semua yang Allah SWT beri dihari itu. Aku diberi keraguan untuk pulang. Kakiku
dilangkahkan mantab ke RS, padahal tadinya malasnya bukan main. Alhamdulilah
aku diberi kesempatan untuk berbagi kemarin.
Semoga cepat sembuh ya Bapak/ Ibu
pasien (saya tidak mengenal anda), semoga bermanfaat .. Yang belom donor, ayo
segera.. Mari berbagi selagi bisa. Insya Allah bisa jadi ladang pahala buat
kita semua. Amin
Jumat, 05 Agustus 2011
Ternyata kecewa itu berbalik
Malam tadi bisa dibilang yang terberat, tanpa sadar aku teriak ke pacarku " Kecewa, kecewa, pokoknya kecewa". Kami terdiam beberapa detik.
Pagi ini aku sadar, betapa sakitnya hatinya. Aku bayangkan jika itu terjadi padaku. Kenapa harus berulang lagi? Aku pikir perdebatan panjang ini ga perlu ada lagi. Ternyata malah muncul terus, ada apa dengan kami? Apa memang aku yang belum bisa menerima dia sepenuhnya? Atau justru aku berharap terlalu banyak? Sampai kapan ego ini akan terus ada?
Aku tau, dia pasti menderita dengan tuntutanku. Seandainya ini dianggap sebagai tantangan buat dia, mungkin akan lain ceritanya. Sedih memang ketika aku dihadapkan kesebuah (kemungkinan) kenyataan bahwa keinginanku tidak bisa tercapai. I'm tryin to do my best to make it work. I really want it so badly.
Kemarahanku bukan karena itu tidak akan terwujud, hanya saja aku marah karena bagaimana mungkin optimisme itu hilang atas nama kenyataan. Padahal, masa depan itu kita bisa persiapkan. Seandainya dipersiapkan lebih matang tentu akan lebih baik. Kecewa, ya jelas.. Tapi marah berlanjut juga buat apa?
Silahkan bilang aku naif, yang aku mau keinginanku terwujud dan itu semua akan membuat dia lebih baik lagi. Aku ingin mengembalikan kepercayaan diri yang dulu pernah dia punya, itu yang aku perjuangkan! Seandainya aku egois tentu bersama dia ga akan pernah jadi pilihan buatku. Aku yakin dia bisa karena itu aku akan terus support dia. Aku juga sudah tutup telinga dengan apa yang orang bilang. Sampai batas mana kami bisa bertahan, semoga ini bisa dilalui. Memang tidak mudah.. kami sudah memulainya dari Oktober tahun lalu. Semoga semua mental breakdown berakhir disini. Aku paham up dan down adalah hal yang biasa, tapi ketika bangkit menjadi rumit, tolong jangan biarkan kamu terlalu lama ada di titik ini.
Aku sekarang harus lebih sabar menunggu, tapi kira-kira sampai kapan ya? Ini bukan pernyataan bimbang tentang isi kepala. Tapi lebih dari memprediksi hari kedepan. Aku tau hal-hal yang akan mengganggu ku dimasa datang. Hal yang sekiranua bisa menghilangkan semua akal sehatku. I know my self very well.
Maka itu sayang, anggap ini sebagai tantangan. If you can passed trough this, then nothin can stop us.
Langganan:
Postingan (Atom)