Jumat, 30 Maret 2012

Belajar dengan perantara cinta

Kalau ada yang tanya bagaimana aku memaknai cinta tentu jawabnya bakal panjang banget, karena kepalaku penuh dengan hal kompleks dan bertentangan satu sama lain. Karena aku adalah pribadi yang kompleks.

Mungkin karena dia adalah orang yang bisa membuat hal sulit terasa mudah dan biasa. Aku biasa dihadapi oleh ragam hal yang acap kali aku rasa sebagai pengkhianatan (mengingat i'm an up tight person), menadi hal wajar dan normal. Aku belajar memahami bahwa hal itu wajar adanya. Buat yang kenal aku dengan bak mereka akan bilang kalau rasanya mustahil aku bisa berubah, tapi percaya deh.. Kami sudah lewati ratusan perselisihan, adu urat syaraf dan pertengkaran dan memang aku mulai belajar.

Miss you hon... *Can't wait for the next subject :)


Sabtu, 18 Februari 2012

Menunggu rejeki

Samarinda- Foto ini hampir satu bulan yang akuambil, Maaf baru di upload karena baru buka kamera digital setelah lama akhirnya ketemu llagi. hehehehe

Foto ini diambil waktu perayaan Hari jadi Kota  Samarinda ke 334, Pemkot bikin acara Jalan Santai. Hadiahnya beragam mulai dari kipas angin sampe grand price Tiga sepeda motor. Cara ikutnya gampang banget, tinggal dateng ke Dinas Pariwisata dan masing-masing orang akan dapat kupon undian.

Kalo liat foto samping udah jelas banget Ibu satu ini adalah salah satu pemburu hadiah. Tiap ada pengumuman pemenang dia selalu paling siap dan sigap, dia ambil dan tata rapi kupon-kupon di tangannya.

Terlihat jelas harapannya untuk mendapatkan hadiah utama, atau paling tidak dia bisa pulang tanpa tangan hampa. Gerak tubuhnya menyatakan begitu, tatap matanya serius, telinganya berusaha mencerna setiap kata yang keluar dari panggung. 

Tiga jam lewat sudah, dan akhirnya...  bukan hadiah yang dia bawa pulang, sisa senyum juga tidak nampak di wajah sayunya. Penantian dia berakhir kecewa, habis harapan dia untuk mendapat hadiah langsung. Tapi satu hal aku bisa belajar dari Ibu ini, kesabaran dia selama menunggu walau hasilnya tiada. 

Terimakasih Ibu tanpa nama yang sudah bersedia memberiku pelajaran betapa menunggu dan sabar adalah satu kesatuan, tapi soal hasil? Itu lain cerita.

Jumat, 17 Februari 2012

Hadapi dan Menang

Hari ini aku belajar lagi bahwa si MORON itu suka teriak-teriak tapi takut berkonfrontasi. Ya, kemarin dia protes karena ada yang mengubah instalasi listriknya. Dia menulis di kertas agar tidak ada seorang pun yang boleh mengganggu listriknya. Dia juga sms ke atasan aku dan bilang agar tidak boleh ada yang otak-atik listriknya.

Hal yang membuat aku merasa aneh adalah kenapa dia tidak ada komunikasi dengan aku? Padahal aku ada di kantor seharian. Sepanjang pagi aku dapati tatapan sinis dari dia, Anehnya tiap aku liat matanya dia selalu menundu klatakutan. Oh dasar moron... kenapa kamu begitu? Apa Sulitnya to look me in the eye and said something about it?! Aku baru ketahui siang harinya saat atasan aku menegur ku, dan aku bilang ke atasanku.
"Oh, dia maunya gitu? Kok dari tadi ketemu aku biasa aja ya? Ga ada ngomong apa-apa."

Akhirnya pagi ini aku putuskan untuk biacara dengan dia, dan hasilnya.. Dia diem aja tuh. Aku bilang sama dia, "kalau ada masalah coba dibicarakan, ga usah tulis-tullis di kertas, gitu. Kan bisa di omongin. " Alhasil cuy.. dia cuma ngeloyor pergi dan diem.. ouuuwww bodohnya.

Kemana orang yang (katanya) kemarin marah-marah dan bentak-bentak seisi kantor saat para petinggi sudah pulang?

Kemana orang yang memaki aku saat aku tidak ada?
Kemana BAJINGAN TENGIK NAN PENGECUT ITU?

Laki-laki macam apa yang tidak bisa sejalan dengan apa yang dikatakan, lihat dan pikir? Aneh betul.. Betul betul aneh.

Ada baiknya Allah SWT menciptakan ada mempertemukan aku dengan species  macam itu