Bontang - Alhamdulilah, kurang delapan hari lagi. Dag dig dug memang aku rasa, tapi belakangan ini aku merasa lebih tenang. Karena dalam hitungan jari aku akan menjalani kehidupan yang "baru". Tantangan baru, perjalanan baru dan pastinya proses pendewasaan diriku.
Dulu abang (panggilanku buat cowoku) pernah bilang, " anak laki-laki akan selalu menjadi milik ibunya, sedangkan anak perempuan akan menjadi milik orang lain ". Semoga ungkapan itu tidak mutlak adanya, karena aku masih ingin menjadi seorang anak, kakak untuk adik-adikku dan seorang adik. Aku percaya berbekal komunikasi yang baik itu semua bisa terwujud.
Aku tidak ingin menjadi perempuan yang hak-haknya tertindas hanya karena sebuah lembaga pernikahan. Tapi, aku juga tidak memimpikan menjadi perempuan yang merasa lebih hebat dari suaminya. Aku ingin menjadi perempuan yang tau jalan "pulang". Perempuan yang tau batasan akan kodratnya, sekaligus tetap berkarya dalam setiap detak napas kehidupan. Amin.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Tentang keseharian dan hal unik yang bisa kita gali lebih dalam.. kalau saja bersedia membuka hati, mata dan pikiran ;)
Jumat, 30 November 2012
Selasa, 27 November 2012
Dag Dig Dug #wedding edition #11 days to go
Bontang - Wedding madness ini ga tetap ya tiap harinya. Hari ini panik, besok biasa aja. Kemarin aku sangat santai. Tapi hari ini baru saja beberapa menit yang lalu aku mulai merasakan sensasi aneh di perutku, serasa air bergejolak di dalamnya naik - turun. Jantung mulai berdebar, bernapas tak lagi lega dan ada perasaan ingin muntah.
Aku mulai berpikir aneh, mulai dari apakah aku memilih laki-laki yang tepat? Bagaimana kehidupan kami nanti? Apa yang akan aku lakukan setelah menikah dan banyak hal lainnya. Tapi aku tidak bisa membaginya ke ibu. Aku ga tega, keterus teranganku hanya akan menjadi bumerang buat diriku sendiri. Ibu akan menangkap keraguan padaku yang juga akan berpengaruh pada dirinya dan kesehatannya. Ohh itu pasti.
Aku pikir lebih baik memendam rasa ini, toh nantinya akan ada batasan apa - apa saja yang bisa aku ceritakan ke ibu. Biarlah ini aku anggap sebagai latihan buat aku sebelum menikah. Nah, untuk mengurangi stressku, aku pilih diam dan mempercayakan diriku atas keputusan untuk beribadah.
Aku kok yakin, di pihak mempelai pria juga akan berpikiran yang sama. Ini pernikahan kami, hidup bersama yang akan kami jalani dengan segala keunikan sendiri.
Doakan aku ya... Semoga lancar hingga saat pernikahan tiba. ;)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Aku mulai berpikir aneh, mulai dari apakah aku memilih laki-laki yang tepat? Bagaimana kehidupan kami nanti? Apa yang akan aku lakukan setelah menikah dan banyak hal lainnya. Tapi aku tidak bisa membaginya ke ibu. Aku ga tega, keterus teranganku hanya akan menjadi bumerang buat diriku sendiri. Ibu akan menangkap keraguan padaku yang juga akan berpengaruh pada dirinya dan kesehatannya. Ohh itu pasti.
Aku pikir lebih baik memendam rasa ini, toh nantinya akan ada batasan apa - apa saja yang bisa aku ceritakan ke ibu. Biarlah ini aku anggap sebagai latihan buat aku sebelum menikah. Nah, untuk mengurangi stressku, aku pilih diam dan mempercayakan diriku atas keputusan untuk beribadah.
Aku kok yakin, di pihak mempelai pria juga akan berpikiran yang sama. Ini pernikahan kami, hidup bersama yang akan kami jalani dengan segala keunikan sendiri.
Doakan aku ya... Semoga lancar hingga saat pernikahan tiba. ;)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Senin, 26 November 2012
Kurangi stress, berbagi cerita.
Bontang - Pagi... Mungkin ini jadi posting paling pagi diantara artikel-artikel yang lain. ;) heheheh boleh dong ya...
Baiklah sejak tadi malam sudah dimulai counting down the days nya... Sebenarnya banyak hal yang aku pikirkan akhir-akhir ini. Ga sedikit juga yang nyesek karena ga bisa diceritain ke siapapun. Bukan karena masalahnya terlalu besar, tapi lebih karena ga ada yang bisa diajak cerita. Sering kali aku nangis sendiri. Semoga dengan di share kesini, aku bisa lebih lega dan akhirnya bisa move on dengan gagah jelita.
Moga-moga wedding series ini ga bikin bosen ya, atau bahkan lebay. Tapi begitulah hidup, acapkali berputar dan bercampur aduk dengan rasa juga nyata.
#enjoy
(Nink)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Baiklah sejak tadi malam sudah dimulai counting down the days nya... Sebenarnya banyak hal yang aku pikirkan akhir-akhir ini. Ga sedikit juga yang nyesek karena ga bisa diceritain ke siapapun. Bukan karena masalahnya terlalu besar, tapi lebih karena ga ada yang bisa diajak cerita. Sering kali aku nangis sendiri. Semoga dengan di share kesini, aku bisa lebih lega dan akhirnya bisa move on dengan gagah jelita.
Moga-moga wedding series ini ga bikin bosen ya, atau bahkan lebay. Tapi begitulah hidup, acapkali berputar dan bercampur aduk dengan rasa juga nyata.
#enjoy
(Nink)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Minggu, 25 November 2012
13th days to go #wedding edition
Bontang - Woohoooo bentar lagi ya, ga kerasa ih! Mustahil banget ga kerasa, jelas banget ini berasa dengan jelas. Sungguh kalimat basa-basi yang ga perlu sama sekali.
Alhamdulilah malam ini lancar... Kebetulan tadi habis dari rumah pakde untuk konfirmasi kehadiran pakde di 7 Desember, malam perkenalan kedua keluarga kami nanti. Malah tadi pakde meminta ijin untuk bikin pengajian di rumah. Buat aku itu adalah hadiah terindah pernikahan kami. Pakde bisa dateng aja aku udah senenh, terlebih pakde bersedia untuk memindahkan acara pengajiannya ke rumah.
Tidak hanya itu saja, bahkan pakde menawarkan untuk ustadznya baca doa di malam resepsi kami.
Alhamdulilah pernikahan ini banjir berkah. Semoga mereka yang membantu kami diberi kemudahan dalam keseharian dan pencapaian dalam kehidupannya. Amin
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Alhamdulilah malam ini lancar... Kebetulan tadi habis dari rumah pakde untuk konfirmasi kehadiran pakde di 7 Desember, malam perkenalan kedua keluarga kami nanti. Malah tadi pakde meminta ijin untuk bikin pengajian di rumah. Buat aku itu adalah hadiah terindah pernikahan kami. Pakde bisa dateng aja aku udah senenh, terlebih pakde bersedia untuk memindahkan acara pengajiannya ke rumah.
Tidak hanya itu saja, bahkan pakde menawarkan untuk ustadznya baca doa di malam resepsi kami.
Alhamdulilah pernikahan ini banjir berkah. Semoga mereka yang membantu kami diberi kemudahan dalam keseharian dan pencapaian dalam kehidupannya. Amin
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Langganan:
Postingan (Atom)