Sabtu, 29 Desember 2012

Marriage part 1

Menjadi perempuan dengan status baru yaitu MENIKAH, membuat aku "geleng-geleng" kepala. Lucu, marah, heran dan khawatir kerap datang tanpa diundi. Pertama kali dalam hidupku, aku tidak punya kendali. Hanya diam dan berdoa. Kemampuan untuk take control menjadi tumpul, karena tanggung jawab dan job desk yang berbeda.

Kalau dulu sikat kanan-kiri kalau ada hal-hal yang aku mau. Tapi sekarang? Eiittsss bukan berarti spontanitasku berkurang, hanya saja prioritas sudah berbeda. Aku jadi harus berpikir sedikit lebih jauh mengenai efek dari apa yang akan aku lakukan.

Alhamdulilah punya pasangan yang mengerti dan bisa menengahi. Abang benar-benar membuat aku belajar banyak, bahwa diam bukan berarti tak berdaya, diam adalah saat "pause" buat simpan energi dan memikirkan langkah berikutnya( lagi ).


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Rabu, 19 Desember 2012

Marriage life

Jakarta - Hi December, being a wife has change my life in so many ways. I have lost myself. I can't be the person I used to be. I'm getting wiser. I don't get angry so easily. I learn how to hide my feelings. I guess that's just the way it rolls.

Sometimes i miss being so spontanious. This is my path, I need to be the woman that i wanna be.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Jumat, 30 November 2012

8 days to go #wedding edition

Bontang - Alhamdulilah, kurang delapan hari lagi. Dag dig dug memang aku rasa, tapi belakangan ini aku merasa lebih tenang. Karena dalam hitungan jari aku akan menjalani kehidupan yang "baru". Tantangan baru, perjalanan baru dan pastinya proses pendewasaan diriku.

Dulu abang (panggilanku buat cowoku) pernah bilang, " anak laki-laki akan selalu menjadi milik ibunya, sedangkan anak perempuan akan menjadi milik orang lain ". Semoga ungkapan itu tidak mutlak adanya, karena aku masih ingin menjadi seorang anak, kakak untuk adik-adikku dan seorang adik. Aku percaya berbekal komunikasi yang baik itu semua bisa terwujud.

Aku tidak ingin menjadi perempuan yang hak-haknya tertindas hanya karena sebuah lembaga pernikahan. Tapi, aku juga tidak memimpikan menjadi perempuan yang merasa lebih hebat dari suaminya. Aku ingin menjadi perempuan yang tau jalan "pulang". Perempuan yang tau batasan akan kodratnya, sekaligus tetap berkarya dalam setiap detak napas kehidupan. Amin.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Selasa, 27 November 2012

Dag Dig Dug #wedding edition #11 days to go

Bontang - Wedding madness ini ga tetap ya tiap harinya. Hari ini panik, besok biasa aja. Kemarin aku sangat santai. Tapi hari ini baru saja beberapa menit yang lalu aku mulai merasakan sensasi aneh di perutku, serasa air bergejolak di dalamnya naik - turun. Jantung mulai berdebar, bernapas tak lagi lega dan ada perasaan ingin muntah.

Aku mulai berpikir aneh, mulai dari apakah aku memilih laki-laki yang tepat? Bagaimana kehidupan kami nanti? Apa yang akan aku lakukan setelah menikah dan banyak hal lainnya. Tapi aku tidak bisa membaginya ke ibu. Aku ga tega, keterus teranganku hanya akan menjadi bumerang buat diriku sendiri. Ibu akan menangkap keraguan padaku yang juga akan berpengaruh pada dirinya dan kesehatannya. Ohh itu pasti.

Aku pikir lebih baik memendam rasa ini, toh nantinya akan ada batasan apa - apa saja yang bisa aku ceritakan ke ibu. Biarlah ini aku anggap sebagai latihan buat aku sebelum menikah. Nah, untuk mengurangi stressku, aku pilih diam dan mempercayakan diriku atas keputusan untuk beribadah.

Aku kok yakin, di pihak mempelai pria juga akan berpikiran yang sama. Ini pernikahan kami, hidup bersama yang akan kami jalani dengan segala keunikan sendiri.

Doakan aku ya... Semoga lancar hingga saat pernikahan tiba. ;)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT