Kamis, 17 Januari 2013

MC Sharing Session #Akber #Samarinda

ME & Akberian ( panggilan member Akber )
Jogja - Beberapa bulan yang lalu saya pernah mengisi kelas Akademi Berbagi Samarinda. Saya baru ingat kalau saya belum menampilkan slide hasil begadang saya semalaman hehehhe. Saya sendiri masih belum percaya sampai sekarnag kok bisa bisanya diundang untuk ngisi kelas di AKBER. Bukan karena apa, tapi jam terbang MC saya juga ga banyak. Saya ini orang belakang layar yang kebetulan ngemc beberapa kali di event. Walau begitu saya bersyukur bisa bertemu para akberian dan belajar banyak dari mereka. Saya percaya walau saat itu saya yang mengisi kelas, mereka datang karena ingin belajar tentang MC (dari prespektif saya) sebenarnya saya yang belajar dari mereka. Semangat belajar yang luar biasa.

Kelas ini saya beri nama " MC Sharing Session ". Kenapa judulnya begitu? Karena saya ingin berbagi, bukan mengajari. MC bukan mengajari, karena itu masalah selera dan personality seseorang.Di kepala saya, kedepan, seorang MC sebaiknya segmented.  Untuk memberi kesempatan berkembang generasi berikutnya dan si mc itu sendiri... Buat yang berbeda pendapat, ya monggo.

Baiklah, mari kita mulai slide demi slide yang saya buat.


 


IDOLA









Seperti saya bilang, ini berbagi versi saya, berbeda? wajar :)

Semoga bermanfaat :) 

Rabu, 16 Januari 2013

Jangan Tanya Aku ini

Jogja - Pasti setiap orang pernah ragu saat akan menikah, terlebih menjelang detik-detik pernikahan. Sayapun pernah mengalaminya. #jujur Wajar saja rasanya bukan? It's a special moment, one in a lifetime. Tapi tolong jangan bertanya kepada saya mengenai keraguan saat akan menikah. Saya punya trauma yang mendalam soal yang satu ini. 

Beberapa tahun yang lalu saya mendampingi seorang kawan baik jelang hari pernikahannya, sebut saja mba cantik. Kenapa harus cantik? ya ealaahhh perempuan neeee. Nurut aja ya sama yang punya blog :)

Dari rapat pertama persiapan pernikahannya saya sudah ikut serta, pikir saya saat itu... Kapan lagi ni jadi panita nikahan, siapa tau nanti bisa jadi wedding organizer ( otak bisnis ). Saya lihat wajah mba cantik sangat antusias jelang pernikahannya. Bahkan dia sempat bilang kalau dia ingin pernikahannya lain dari yang lain. Wajar rasanya it's everybride dream

Di saat H-1 dia masih terus sibuk dengan persiapan pernikahannya, bahkan urusan venue masih dia urus. Pikir saya saat itu, busyeeet makan apa orang ini sebegitu kuatnya mondar-mandir. Padahal seharusnya dia sudah perawatan di salon dan tenang-tenang. Saya terus mendampingi dia, sampai tiba waktu magrib. Kami ada di salon dimana dia dijadwalkan untuk perawatan malam itu. 

Sambil menunggu giliran, saya pegang beberapa majalah fashion. Sampai akhirnya Mba Cantik sesenggukan, kalau biasanya orang akan mendekat, memegang tangannya lalu merangkul dan bertanya " Kenapa Mba? ". Maka versi saya bukan begitu, saya sambil baca majalah langsung nyeletuk 

" Drama deh, drama pra wedding ne... Please deh mba... " sambil ngelirik setengah hati, full ngeledek.

Bukan saya ga punya hati, komunikasi kami begitu dekat sampai basa-basi sudah hilang begitu saja.

Beberapa detik tanpa jawab, hanya suara isak tangis saja yang terdengar. Saya mulai bingung. Senyum dan atwa riangnya hilang, seakan dia orang asing buat saya. Wajahnya tegang, ketakutan seperti melihat hantu. Tapi tangisnya terus saja disitu, enggan menjauh pergi. Suasana hening pecah saat dia bilang.. " Keputusanku untuk menikah ini bener ga ya? "

Waktu itu saya masih naif, muda dan emosional. Saya pikir it's  a panic attack.  

" Ya ampun mba, ya pasti benerlah. Ini udah jam berapa? Kemaren-kemaren mantep kok. Ini mah cuma godaan aja. Biasa itu...Mantepin diri deh, hitungan jam ni ( jelang pernikahan ). Ga usah mikir macem-macem " jawabku dengan nada mantap sambil menepuk punggungnya.

" Udah gilirannya tuh, jangan sampe besok ga cantik... Harus segera masuk tuh, lingkar mata udah item mana ditambah mata bengkak lagi " godaku.

Mba Cantik tersenyum sambil bilang " Makasih ya.. "

Esoknya, dia jadi perempuan paling cantik dengan kebaya putih berjalan anggun memasuki masjid dan melangsungkan ijab kabulnya. Alhamdulilah semua berjalan lancar.

Saat itu saya bahagia karena saya ada waktu dia mengalami her moment of crisis  dan lolos... Tapi bahagiaku hanya ada disaat itu saja. Karena kurang dari enam bulan mereka sudah berpisah. Agaknya ada masalah dalam pernikahan mereka. Detilnya saya ga tau, ga ngurus juga soalnya.

Lalu saya berpikir bagaimana kalau keraguan malam itu adalah petunjuk dari Allah SWT ? Saya justru menguatkan dia untuk maju terus. Sebagai seorang kawan seharusnya saya tetap netral dan membiarkan dia yang memutuskannya sendiri. Saya terpukul, seandainya waktu itu.... Terlebih pada akhirnya saya tau kalau belum genap sebulan dari pernikahan mereka sudah memutuskan untuk pisah rumah. 

Sejak saat itu saya memilih diam kalau ada calon pengantin yang bertanya mengenai keputusan dia menikah. Berat rasanya... Sampai sekarang saya masih merasa bersalah kepada Mba Cantik. Semoga kehidupan sekarang berjalan lebih baik ya.. 




Perlukah bekerja setelah menikah ?

Jogja - Kalau pertanyaan tadi tentu jawabnya akan berbeda dari satu orang ke orang yang lain. Jawabnya pasti, tergantung :) Setiap pasangan pasti punya aturan main sendiri-sendiri, komitmen namanya. (sok tua ni.. ). Saya sendiri saat masih pacaran punya permintaan untuk tidak bekerja, karena ingin di rumah saja. Alasannya mau ngurus suami, lalu pacar (sekarang suami) bilang 

"Apa sih yang mau kamu urusin? Kebutuhan aku ga banyak kok ".

Dikepala saya saat itu adalah kenapa laki-laki itu menjawab dengan entengnya, seakan tanpa rasa. Padahal niat saya baik.

Saat ini saya paham kalau memang di rumah saja setiap hari tanpa pekerjaan itu membosankan. Sebagian akan bilang, kerja sekarang kan fleksibel, dari rumah juga bisa, udah ada internet bla bla bla. 

Ada beberapa hal yang bisa saya benarkan, tapi ini kan kasus perkasus. Ga bisa "pukul rata" gitu. Buat yang suka kerja dari rumah bisa saja dijalani dengan santai dan gagah jelita. Tapi bagaimana dengan saya? Seorang penyiar radio, yang biasanya bolak-balik ke studio selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir? Lalu saya yang sering bikin event off air, ada euphoria yang hilang. Saya biasa melakukan pekerjaan kreatif, bekerja dengan banyak orang, eksekusi keputusan di venue dan bahkan kadang sampai harus jadi tukang sapu ditempat juga merangkap mc. Harus diakui bekerja di broadcasting itu menarik, seakan ehhmmmm gimana bayanginnya.. Kalau kelamaan di mess dan lama ga pesiar (jalan2 ke kota), terus ada bis parkir itu kan kaya melambai-lambai, memanggil untuk naik dan pergi kan?  

Saya ga  bisa bilang kalau kehidupan menjadi ibu rumah tangga itu membosankan. Karena harus diakui, memasak untuk suami itu unik, menyenangkan dan ada kebahagiaan yang luar biasa besar. Saya merasa istimewa dan dibutuhkan. Rasa itu penting! Karenanya saya akan berusaha untuk tidak menggunakan jasa pembantu rumah tangga sekarang dan kelak di kemudian hari. Amin... Semoga istiqomah.

Kembali ke soal bekerja, i need it. Bukan hanya untuk uangnya saja, tapi juga kemampuan untuk kemabali menjadi diri sendiri... Saya orang radio, seminggu ga siaran aja kepala udah sakit. Apalagi sekarang, linu-lnu deh tulang hehehehe.

Hey JOGJA, Im here... come out, see and seek me :) 



Senin, 14 Januari 2013

Our Honeymoon Phase

Jogja - Orang bilang, kalau habis nikah pasti ada  honemoonnya. Ada yang bilang BALI is perfect place to go. Tapi ga ah, tempat terbaik adalah ketika bersama pasangan  ( yang bilang lebay, ga usah diterusin deh bacanya #kidding ). Saya bersyukur bisa honeymoon dengan budget yang ga berasa  sama sekali. Lho kok bisa? Bisa lah.... Sesampainya kami di Jogja, kami langsung masukin barang dari truk ke rumah. Setelah itu langsung ngungsi ke rumah Mbah di Diren, Brosot, Kulon Progo. Sambutan keluarga besar suami benar - benar luar biasa. Seperti di rumah sendiri saja. Alhamdulilah...

Pagi pertama di Jogja, abang langsung bangunin dan ngajak ke pantai. Ha??? Pantai? Emang ada (pantai) di daerah situ? Belom mandi udah diajak keluyuran. Baiklah :) xixiixix

Udara pagi bener - bener seger bener. Jar urang banjar " nyaman banar lah ".  Bau embun udara pagi, lalu bau gabah dari sawah yang sedang dipanen membuat semua terasa sempurna. Waktu itu uang di dompet cuma Dua Puluh Ribu, sempet mikir juga, bisa ga nih? Soalnya ga nemu atm BCA disana.. hiks. Jadilah deg-deg an sepanjang jalan. Takut uangnya kurang, tapi abang malah senyum-senyum aja. Sebel deh waktu itu.
Jengkel  langsung hilang berganti kaget setelah melihat ini
" Kok Jauh bener bisa sampe sini? " Itu yang pertama kali terpikir dikepalaku.

Kalau mau nyeletuk nyasar  bisa diketawain membabi buta sama cowo yang bawa motor ( baca  = Suami ). Nurut aja deh. Biar aja mau sampe mana kek ikut adjah...

Bingung jadi rontok setelah lihat ini :

Seneng banget, ternyata lagi panen :) Kompak banget para pekerja untu mengambil gabah mereka. Seru abis deh. Sekejap aku langsung terkagum -kagum akan kuasa ilahi, itu gunung merapi dari kejauhan :) 





Tertutup kabut seakan mau bilang jangan ganggu aku dulu... masih ngantuk  xixiixix keren ya.






Baru aku tahu kalau ternyata kami ke pantai Trisik. Keren banget pasirnya hitam. Kata abang pasir hitam ini karena pantai ini membawa debu dari merapi. 

Walau pernah tinggal di Jogja sebelumnya, saya malah belum ke Trisik, yang saya tahu cuma parang tritis sama depok dan glagah. Ini saat kaki kami bersentuhan dengan pasir pantai hitam itu. Yang banyak bulunya kakinya abang lo ya... xixixiixix

Di Pantai ini ada yang menarik, sempat bikin kami penasaran luar biasa saking okenya, yaitu.....

Sayangnya kosong dan tidak lagi terurus, padahal kalau masih ada, akan menjadi daya tarik tersendiri buat pengunjung disana. :( 

Balik lagi ke pantai aja...  


Pasirnya hitam,gelap dan kasar. Ombak disana juga tinggi sekali, waktu kami kesana mencapai lima sampai enam meter. weeeewww .... Keren kok, biaya masuknya juga murah kami bayar Rp. 2.000 untuk berdua. Heheheh ternyata uangnya lebih dari cukup :) 
Kami yang belum mandi 

Honeymoon ga perlu mahal, mewah dan identik dengan uang.